4 Cara RI Kembalikan Kejayaan Pala

Safira Fitri, Jurnalis · Jum'at 04 September 2020 17:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 04 320 2272618 4-cara-ri-kembalikan-kejayaan-pala-2CIAwNtiWH.jpg Buah pala (IG Kementan)

JAKARTA - Dalam tantangan mengembalikan kejayaan rempah-rempah, Kementerian Pertanian (Kementan) RI mengupayakan membangun nursery modern. Hal ini agar mampu menangani hambatan utama penurunan produktivitas pala di Maluku dan Maluku Utara.

Hal tersebut dikarenakan, pala yang merupakan komoditas ekspor andalan Indonesia. Target Kementan sendiri di tahun 2021 adalah peningkatan produktivitas mencapai 42.900 ton per tahun.

 Baca juga: 4 Langkah agar Lahan Pertanian Tak Dialihfungsikan Jadi Perumahan

Angka tersebut 18,37% lebih tinggi dari catatan produksi pala sebelumnya di tahun 2018 yang mencapai 36.242 ton per tahun. Berikut lebih lanjut tentang mengembalikan kejayaan pala di 2021 seperti dilansir dari laman Instagram @kementerianpertanian, Jakarta, Jumat (4/9/2020).

Pertama, kondisi terkini, dalam data statistik Ditjen Perkebunan menyebutkan di tahun 2018, luas area lahan pala di Indonesia yakni 202.325 hektar. Sementara, produksi mencapai 36.242 ton per tahun dan ekspor 20.202 ton per tahun.

 Baca juga: Covid-19 Belum Usai, RI Perluas Lahan Pertanian 200.000 Ha

Kedua, tantangan menuju 2021, akibat tanaman yang tua, produksi pala menurun. Selain itu tanaman kerap mendapat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), benih yang kurang baik dan pemanenan yang kurang tepat.

Ketiga, langkah strategis. Kementan berkomitmen untuk meremajakan tanaman dan menggunakan benih berkualitas. Di Maluku dan Maluku Utara telah dibangun nursery modern untuk mengembangkan benih berkualitas.

Keempat, kapasitas nursery modern. Nursery modern tersebut mampu menyediakan benih pala berkualitas sebanyak 50.000 batang per tahun. Kapasitas nursery masih bisa ditambah di waktu yang akan datang.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini