Ancaman Resesi, Kondisi Keuangan Indonesia Masih Kuat?

Michelle Natalia, Jurnalis · Sabtu 05 September 2020 14:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 05 320 2273017 ancaman-resesi-kondisi-keuangan-indonesia-masih-kuat-xl5s6ZuIn6.jpg Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) berupaya memulihkan strategi optimalisasi program dan anggaran PC-PEN untuk mendorong upaya penanganan Covid-19 dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartato mengatakan, kondisi keuangan Indonesia masih kuat.

“Rapat pleno ini membahas monitoring dan evaluasi berbagai program PC-PEN, dan tindak lanjut rapat pleno lalu, yang telah ditindaklanjuti dengan pengajuan 2 RPerpres, yaitu RPerpres Perubahan Perpres 82/2020 dan RPerpres tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi,” ujar Airlangga di Jakarta dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (5/9/2020).

Baca Juga: Sri Mulyani Bocorkan 5 Kajian Reformasi Sistem Keuangan di Indonesia 

Kata dia, dari sisi pemulihan ekonomi nasional, Pemerintah akan fokus pada strategi untuk mengurangi risiko kontraksi ekonomi di kuartal III dan kuartal IV Tahun 2020, terutama dengan melakukan optimalisasi atas potensi anggaran yang kemungkinan tidak terserap.

"Mungkin dengan melakukan realokasi ke program-program yang dapat terlaksana dan selesai di tahun 2020," jelasnya.

Dia menambahkan kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan hingga 31 Agustus 2020 di level 23,1%. Angka itu masih jauh dari ambang batas 8%.

"Per Juli DPK (dana pihak ketiga) tumbuh 8,53%. Jadi DPK cukup meningkat," katanya.

Selain itu, peran sektor perbankan terhadap pemulihan ekonomi nasional juga cukup besar. Untuk restrukturisasi pinjaman totalnya sudah mencapai Rp857,6 triliun. Angka itu terdiri dari restrukturisasi nasabah korporasi Rp502,7 triliun untuk 1,24 juta debitur dan nasabah UMKM Rp 354,26 triliun untuk 5,76 juta nasabah.

"Untuk sektor UMKM penyaluran KUR ini per September target Rp 190 triliun, realisasi Rp103 triliun dan jumlah nasabah tambahan 3 juta nasabah," tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini