Sinyal Kuat Sri Mulyani Indonesia Masuk Jurang Resesi

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 07 September 2020 17:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 07 320 2273940 sinyal-kuat-sri-mulyani-indonesia-masuk-jurang-resesi-XhJNRFMVS7.jpg Sri Mulyani (Foto: Dok Kemenkeu)

JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan isyarat Indonesia akan mengalami resesi pada kuartal III-2020. Hal ini seiring dengan daya konsumsi dan investasi belum berada di zona positif.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, daya konsumsi dan investasi masih berada di zona negatif maka pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami resesi di kuartal ketiga.

"Kenaikan angka jumlah positif (Covid-19) ini harus hati-hati karena ini bisa membuat kuartal ketiga kita proyeksi mencapai 0% sampai negatif 2%. Ini artinya meskipun belanja pemerintah diakselerasi mungkin daya konsumsi dan investasi belum bisa ke zona positif karena aktivitas belum masuk normal, itu secara teknikal kuartal ketiga negatif maka resesi terjadi," ujar Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Senin (7/9/2020).

Baca Juga: BLT Rp600.000 Bisa Dongkrak Perekonomian Indonesia? 

Sri Mulyani menjelaskan, meski Indonesia akan mengalami resesi namun itu bukan sesuatu yang buruk. Hal ini dikarenakan kontraksi ekonomi di kuartal ketiga tidak begitu dalam dibandingkan kuartal kedua.

"Namun itu bukan berarti kondisi sangat buruk kalau kontrkasinya lebih kecil dan menunjukkan pemulihan di bidang konsumsi dan investasi melalui belanja pemerintah yang dipercepat danerharap ekspor lebih baik karena satu bulan terjadi ekspor meningkat kuartal ketiga lebih membaik dan kuartal kedua minusnya," jelasnya.

Sri Mulyani menegaskan ekonomi Indonesia yang negatif di kuartal ketiga ini tidak akan lebih buruk dibandingkan negara lainnya yang diprediksi akan mengalami kontraksi yang cukup tajam.

"Kita dibandigkan negara lainnya cukup lebih baik karena negara lainnya kontraksinya capai minus 20%," tandasnya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini