Seret, Penerimaan Negara Minus 13,5% Dampak Covid-19

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 07 September 2020 18:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 07 320 2273978 seret-penerimaan-negara-minus-13-5-dampak-covid-19-xJgTajDrkK.jpg Penerimaan Negara Minus (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat penerimaan negara masih seret hingga akhir Agustus 2020.

Adapun, selama semester I-2020 pendapatan negara sebesar Rp1.028,02 triliun, minus 13,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian tersebut sebesar 60,52% dari target dalam APBN 2020 sesuai Perpres 72 Tahun 2021 sebesar Rp1.699,9 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Muyani mengakui penerimaan negara mengalami kontraksi. Hal ini terlihat dari defisit anggaran mencapai Rp330,2 triliun atau 2,01% dari PDB. Defisit anggaran tersebut melesat hingga 79,5% dibandingkan akhir Juli 2019 yang hanya Rp183,9 triliun atau 1,16% dari PDB.

"Kalau kita lihat APBN kita, penerimaan mengalami tekanan, belanja naik akibat Covid-19. Sehingga ini memberikan dampak ke APBN akan sangat besar. Defisit 2% dari GDP kita, sampai akhir tahun diestimasi 6,34% dari GDP," ujar Sri Mulyani saat konferensi pers APBN secara virtual, Selasa (7/9/2020).

Baca Juga: Sinyal Kuat Sri Mulyani Indonesia Masuk Jurang ResesiĀ 

Secara rinci, penerimaan negara dari perpajakan (pajak dan bea cukai) sebesar Rp795,95 triliun. Realisasi ini baru mencapai 56,67% dari target Rp1.404,5 triliun.

Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp 232,07 triliun. Ini mencapai 78% dari target Rp294,14 triliun.

Sedangkan, realisasi PNBP tersebut juga turun 9,7% jika dibandingkan dengan periode Agustus 2019 yang mencapai Rp257,16 triliun.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini