3 Manfaat Investasi Reksa Dana yang Perlu Diketahui

Safira Fitri, Jurnalis · Selasa 08 September 2020 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 08 622 2274532 3-manfaat-investasi-reksa-dana-yang-perlu-diketahui-BbOyXmzHUj.jpeg Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Secara umum, reksa dana diartikan sebagai wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.

Mengacu kepada UU Pasar Modal No. 8 Tahun 1995, pasal 1 ayat (27), ada tiga hal yang terkait dari definisi reksa dana, yakni adanya dana dari masyarakat pemodal, dana tersebut diinvestasikan dalam portofolio efek, dan dana tersebut dikelola oleh manajer investasi.

Baca Juga: Mau Investasi, Jangan Cuma Ikut-ikutan

Terkait hal tersebut, berikut manfaat yang diperoleh pemodal jika melakukan investasi dalam reksa dana seperti dilansir dari buku 9 Bulan 10 Hari Cerdas Investasi oleh Joko Salim, S.Kom, SE., Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Pertama, walaupun tidak memiliki dana yang cukup besar, pemodal bisa melakukan diversifikasi investasi di dalam Efek sehingga dapat memperkecil risiko. Sebagai contoh, seorang pemodal dengan dana terbatas dapat memiliki portofolio obligasi, yang tidak mungkin dilakukan jika tidak memiliki dana besar.

Dengan reksa dana, akan terkumpul dana dalam jumlah yang besar sehingga akan memudahkan diversifikasi, baik untuk instrumen di pasar modal maupun pasar uang. Artinya, investasi dilakukan pada berbagai jenis instrumen seperti deposito, saham, dan obligasi.

Baca Juga: Uang Pesangon Jangan Dipakai Beli Emas, Kenapa?

Kedua, reksa dana mempermudah pemodal untuk melakukan investasi di pasar modal. Menentukan saham-saham yang baik untuk dibeli bukanlah pekerjaan yang mudah. Hal ini memerlukan pengetahuan dan keahlian tersendiri dan tidak semua pemodal memiliki pengetahuan tersebut.

Ketiga, efisiensi waktu. Dengan melakukan investasi reksa dana, yang dananya dikelola oleh manajer investasi profesional, pemodal tidak perlu repot-repot untuk memantau kinerja investasinya karena telah dialihkan kepada manajer investasi tersebut.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini