JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah menghancurkan segala bentuk kerja keras pemerintah sejak 5 tahun terakhir dalam menurunkan angka penduduk miskin. Pasalnya, saat ini jumlah penduduk miskin kian bertambah banyak.
Hal ini pun diakui Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Pada tahun ini, Indonesia akan menghadapi tantangan akibat Covid-19 dan menyebabkan peningkatan dari sisi kenaikan penduduk miskin serta tingkat pengangguran.
Dirinya juga merinci, jumlah penduduk miskin Indonesia pada 2019 sebesar 9,22%, sementara tingkat jumlah pengangguran sebesar 5,28%.
"Ini adalah angka persentase penduduk miskin terendah di dalam sejarah Republik Indonesia itu sendiri dan tingkat pengangguran terendah dalam 5 tahun terakhir," katanya.
Masa pandemi Covid-19 yang telah berlangsung hampir 6 bulan telah menghancurkan segala aspek kehidupan masyarakat, termasuk dari sisi ekonomi. Imbasnya yang paling terasa adalah pertumbuhan ekonomi pada kuartal II yang anjlok hingga minus 5,32%.
Baca Selengkapnya: Sri Mulyani Akui Orang Miskin dan Pengangguran Makin Banyak
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.