Indonesia Kumpulkan 290 Juta Vaksin Covid-19, dari Mana Saja?

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 10 September 2020 12:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 10 320 2275519 indonesia-kumpulkan-290-juta-vaksin-covid-19-dari-mana-saja-S8QbvG8kKQ.jpg Vaksin Covid-19 (Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, untuk pengadaan vaksin Covid-19 tahun ini Indonesia akan mendapatkan 30 juta vaksin. Bahkan diharapkan meningkat menjadi 290 juta vaksin pada tahun depan.

“Pemerintah sudah memuat beberapa kegiatan untuk memperoleh vaksin. Ini juga hasil diplomasi Menteri Luar Negeri di mana sedang disiapkan Sinovac dengan vaksin tahap awal 30 juta dan tahun depan 290 juta,” ujar Airlangga dalam saat menghadiri Rakornas Kadin Indonesia secara virtual, Kamis (10/9/2020).

 Baca juga: Mulan Jameela Cecar Menristek soal Harga Vaksin Covid-19, Kok Beda-Beda?

Dia juga menyebut, total 290 juta vaksin yang akan didatangkan di tahun depan berasal dari 10 perusahaan farmasi luar negeri, yaitu Sinovac, Astra Zaneca, G-42/Wuhan Institute Biological Products/Sinopharm, GAVI/CEPI, dan CanSino Biological Inc./Beijing Institute Technology.

Lalu, dari Modena/NIAID (National Institute of Allergy and Infrctious Diseases), BioNTech/Fosun Pharma/Pfizer, Acturus Therapeutics/Duke-NUS, Genexine Korea, dan Vaksin Merah Putih.

 Baca juga: Anggaran Kesehatan Rp47 Triliun, Termasuk DP Vaksin Covid-19

Hanya saja, untuk vaksin yang diproduksi oleh Astra Zeneca fase III sedang di-hold sementara waktu. Sedangkan, untuk vaksin yang diproduksi oleh CanSino yang diuji oleh Biofarma dan Kalbe Farma bersedia untuk menyediakan 20 hingga 30 juta vaksin.

Dia bilang, vaksin produksi CanSino tersebut memiliki keunggulan dibandingkan vaksin lainnya, yaitu hanya membutuhkan satu kali suntik, sementara vaksin lain butuh minimal dua kali suntik.

 Baca juga: Indonesia Bayar DP Vaksin Covid-19 Rp3,3 Triliun

“CanSino melalui Biofarma dan Kalbe Farma bersedia 20 juta sampai 30 juta. Astra Zeneca fase III di-hold sementara,” ujarnya.

Namun demikian, dia memperkirakan bahwa 30 juta vaksin pada fase pertama baru akan tersedia paling cepat pada kuartal ke-I 2021, mengingat proses uji klinis vaksin yang masih berlangsung.

“Dari berbagai jadwal kelihatan yang paling cepat first quarter 30 juta. Baru sisanya masuk di kuartal II dan III,” katanya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini