Mulan Jameela Cecar Menristek soal Harga Vaksin Covid-19, Kok Beda-Beda?

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 08 September 2020 19:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 08 320 2274637 mulan-jameela-cecar-menristek-soal-harga-vaksin-covid-19-kok-beda-beda-oCVPoK2jh8.jpg Anggota Komisi VII Mulan Jameela Pertanyakan Harga Vaksin Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Instagram Mulanjameela)

JAKARTA - Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat dengan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro. Salah satu bahan yang dibahas dalam rapat tentang perkembangan vaksin Covid-19.

Anggota Komisi VII Fraksi Gerindra Mulan Jameela mengaku bingung mengenai harga vaksin Covid-19 yang berbeda-beda. Pasalnya, haga vaksin yang diungkapkan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menristek Bambang Brodjonegoro berbeda.

Baca Juga: 5 Fakta Vaksin Covid-19 Gratis bagi Peserta BPJS Kesehatan, Nomor 3 Gigit Jari

Bambang menyebut berdasarkan perkiraaan Lembaga Eijkman harga vaksin USd 5 per dosis. Sementara Erick Thohir, kata Mulan, harga vaksinya antara USD5 hingga USD30.

"Yang terhormat Komisi VII saya merasa bingung tentang harga vaksin. Karena ini menimbulkan pertanyaan karena beberapa waktu terakhir Bapak Erick Thohir menyampaikan tentang harga vaksin yang bervariasi antara USD5-USD30. Dengan rencana pemberian vaksin dua kali suntik untuk satu orang, satu kali vaksin ditanggung pemerintah sedangkan satu kali suntik vaksinnya ditanggung mandiri atau orang tersebut," ujar Mulan dalam rapat Komisi VII DPR, Jakarta, Selasa (8/9/2020).

Baca Juga: Erick Thohir Usul Bio Farma Dapat PMN Rp1 Triliun untuk Pabrik Vaksin

Menurutnya,harga yang diungkapkan Erick Thohir, bila benar terealisasi bisa membebani masyarakat. "Dan saya berharap apa yang disampaikan Pak Erick Thohir bahwa rakyat harus terbebani dengan harus membayar satu kali vaksin itu tidak benar-benar terjadi, karena kalau iya kasian Pak. Apalagi harganya dapat yang dapat yang satu kali vaksin USD20 atau USD30 kan cukup berat ya Pak untuk masyarakat," katanya.

Dia menambahkan, agar vaksin Covid-19 ini bisa menjadi angin segar bagi masyarakat Indonesia. Serta, berharap vaksin Covid-19 ini bisa cocok dengan masyarkat Indonesia

"Bicara vaksin ini sangat ditunggu oleh masyarakat karena ada pemberitaan vaksin itu jadi angin segar bagi masyarakat kami mendukung pecepatan vaksin merah putih dan insya alalah cocok dengan jenis covid di negara kita," katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini