JAKARTA - Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat dengan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro. Salah satu bahan yang dibahas dalam rapat tentang perkembangan vaksin Covid-19.
Anggota Komisi VII Fraksi Gerindra Mulan Jameela mengaku bingung mengenai harga vaksin Covid-19 yang berbeda-beda. Pasalnya, haga vaksin yang diungkapkan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menristek Bambang Brodjonegoro berbeda.
Baca Juga: 5 Fakta Vaksin Covid-19 Gratis bagi Peserta BPJS Kesehatan, Nomor 3 Gigit Jari
Bambang menyebut berdasarkan perkiraaan Lembaga Eijkman harga vaksin USd 5 per dosis. Sementara Erick Thohir, kata Mulan, harga vaksinya antara USD5 hingga USD30.
"Yang terhormat Komisi VII saya merasa bingung tentang harga vaksin. Karena ini menimbulkan pertanyaan karena beberapa waktu terakhir Bapak Erick Thohir menyampaikan tentang harga vaksin yang bervariasi antara USD5-USD30. Dengan rencana pemberian vaksin dua kali suntik untuk satu orang, satu kali vaksin ditanggung pemerintah sedangkan satu kali suntik vaksinnya ditanggung mandiri atau orang tersebut," ujar Mulan dalam rapat Komisi VII DPR, Jakarta, Selasa (8/9/2020).