Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jakarta Rem Mendadak, Tenang Tak Perlu Panic Buying

Rina Anggraeni , Jurnalis-Jum'at, 11 September 2020 |09:13 WIB
Jakarta Rem Mendadak, Tenang Tak Perlu <i>Panic Buying</i>
Minimarket (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey meminta agar tidak ada panic buying dalam membeli bahan pokok. Hal ini seiring dengan adanya keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Kita inginkan jangan ada panic buying karena adanya kepanikan pada kelas menengah atas," ujar Roy Mandey saat dihubungi, Jumat (11/9/2020).

Baca Juga: Menko Airlangga ke Anies, Rem Itu Penting tapi...

Kata dia, panic buying terjadi dikarenakan kelompok menengah atas. Adapun panic buying ini akan menimbulkan kecemburuan sosial pada menengah bawah yang tidak mampu untuk membeli kebutuhan bahan pokok. 

"Kita mencegah panic buying yang dilakukan orang-orang yang berduit yang sosial ekonomi atas yang mereka itu paranoid yang seperti lalu dan bebelanja jumlah yang besar. Kita enggak inginkan dan kalau ada panic buying bisa kecemberuan sosial," katanya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement