Menkop: Sekarang Tinggal Masyarakat Beli Produk UMKM

Michelle Natalia, Jurnalis · Minggu 13 September 2020 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 13 320 2276957 menkop-sekarang-tinggal-masyarakat-beli-produk-umkm-4CRD6GZs20.jpg Bantu UMKM di Tengah Pandemi Virus Corona. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menilai pertumbuhan ekonomi Nasional di tengah krisis yang disebabkan Covid-19, akan bertumpu pada ekonomi domestik. Untuk itu, mendorong masyarakat berbelanja produk lokal sangat diutamakan.

Pasalnya, daya beli masyarakat saat ini sangat terbatas, tetapi jika belanja domestik fokus di sektor UMKM, nilai transaksi perdagangan tidak lari ke luar UMKM.

"Penduduk Indonesia 260 juta jiwa, potensi pasar yang sangat besar. Kalau kesadaran masyarakat kita membeli produk UMKM kuat, kita masih bisa bertahan di tengah krisis akibat pandemi Covid-19," kata Menteri Teten di Jakarta, Minggu (13/9/2020).

Baca Juga: Orang Kaya Punya Tabungan Rp10 Miliar Diminta Belanja Produk UMKM

Menurutnya, investasi masih akan sulit mendorong pertumbuhan ekonomi, karena yang bisa diandalkan adalah ekonomi domestik. Sumber ekonomi domestik terbagi atas dua, yaitu belanja pemerintah dan konsumsi masyarakat.

Dari sisi pemerintah sudah mengeluarkan regulasi bahwa belanja pemerintah dan BUMN memprioritaskan produk UMKM dengan total nilai anggaran mencapai Rp307 triliun.

Baca Juga: 1.141 UMKM Bergabung ke Pertamina Selama Covid-19

"Sekarang tinggal masyarakat, beli produk UMKM, produk tetangga, beli produk teman sehingga game of trade berputar di sektor UMKM," bebernya.

Teten mengharapkan, tumbuhnya rasa Nasionalisme yang kuat di masyarakat untuk membeli produk UMKM. Prmerintah sudah turun memberi berbagai program bantuan untuk menjaga kelangsungan UMKM yang terpuruk akibat terjangan wabah Covid-19.

"Melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pemerintah memberikan program bantuan bagi KUMKM dari sisi pembiayaan seperti subsidi kredit, keringanan pembayaran cicilan kredit, penghapusan pajak UMK, pembiayaan dengan bunga rendah hanya 3%, pembiayaan lewat KUR dan lain sebagainya. Pembiayaan KUR dialokasikan pemerintah sebesar Rp190 triliun baru terserap sekitar Rp61 triliun," imbuhnya

Untuk menjaga sisi demand, pemerintah juga membuat program Banpres Produktif untuk Pelaku Usaha Mikro yang unbankable sebesar Rp2,4 juta per orang dengan target sasaran 12 juta pelaku usaha mikro.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini