Usai Ketemu Ahok, Erick Thohir: BUMN Tak Kompetitif Akan Dikecilkan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 17 September 2020 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 17 320 2279304 usai-ketemu-ahok-erick-thohir-bumn-tak-kompetitif-akan-dikecilkan-Fnb57soWOc.jpg Menteri BUMN Erick Thohir Bertemu dengan Ahok. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menekankan pentingnya transformasi sejumlah BUMN. Langkah ini untuk menjaga kinerja perseroan pelat merah yang efisien, kompetitif dan transparan.

Hal tersebut dikatakan Erick usai dirinya melakukan pertemuan dengan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Baca Juga: Disebut Ahok Sering Lobi Menteri, Direksi Pertamina Irit Bicara

Erick bilang, transformasi BUMN tidak bisa ditawar dan harus segera dilakukan dengan langkah terencana. Salah satunya dengan merapikan struktur sejumlah perusahaan negara, mulai dari jumlah pejabat yang bertugas hingga jumlah BUMN.

"Kita terpikir tidak mungkin kami mengawasi mengkoordinasi 142 BUMN. Jelas, suka tidak suka, BUMN yang tidak kompetitif akan dikecilkan," ujar Erick, Kamis (17/9/2020).

Baca Juga: Kebobrokan Dibongkar Ahok, Pertamina: Kami Hargai

Erick mengibaratkan, pengawasan BUMN tidak berbeda dengan mengawasi anak sendiri.

"Ibarat punya tiga anak, tidak mungkin dibeda-bedakan, anak nomor satu, dua, dan tiga, semuanya sama. Namanya juga anak. Tapi, kalau anaknya 142 juga kebanyakan, tidak cukup, makanya ada kluster satu, kluster dua dan danareksa PPA," kata Erick.

Oleh karenanya, kerjasama antara kementerian dengan direksi BUMN harus terjalin dengan baik. Kementerian dan direksi BUMN harus menjadi satu tim agar cita-cita bersama bisa tercapai.

Transformasi BUMN, kata dia, tidak hanya dilakukan oleh direksi saja, namun juga dukungan dari tim yang kompak.

"Ketika saya ditanya success story rahasianya apa? Ya, karena tim saya, karena Wamen saya, Sesmen saya, Deputi saya, bukan saya sendiri dan kita taruh orang terbaik di negeri ini supaya bisa kasih lihat, persepsi BUMN bobrok itu salah," ujarnya.

Dia menegaskan, kalau bukan pihaknya yang melakukan mentransformasi, lantas siapa lagi yang diharapkan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini