Atur Keuangan di Masa PSBB, Asuransi Bisa Jadi Alternatif Pengaman

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 18 September 2020 14:20 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 18 622 2279909 atur-keuangan-di-masa-psbb-masyarakat-harus-pegang-asuransi-qTu9pVe6NR.jpg Asuransi (Shutterstock)

JAKARTA - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid 2 adalah momentum yang tepat untuk mengatur kembali cash flow pribadi. Namun, yang harus diutamakan, adalah memprioritaskan biaya-biaya yang seyogyanya penting.

Co-Founder Sipundi.id sekaligus perencana keuangan M. Kharisma mengatakan, salah satu yang harus diatur melalui investasi. "Selain investasi, harus ada asuransi dan emergency fund," ungkap Kharisma dalam IDX Channel Live di Jakarta, Jumat (18/9/2020).

 Baca juga: Penghasilan Berkurang, Siapkan Aset Likuid hingga Dana Darurat

Dia mengatakan, khusus asuransi dan emergency fund, keduanya saling berkaitan. Permasalahannya di kesehatan, adalah seberapa cukup dana yang tersedia untuk merawat kesehatan pribadi atau keluarga.

"Terlebih jika kita terkena risiko, maka cost yang menjadi prioritas adalah cost asuransi. Seminim-minimnya, kita harus punya asuransi kesehatan dari pemerintah seperti BPJS, baru kita mempertimbangkan asuransi dari pihak ketiga alias perusahaan asuransi," ujar Kharisma.

 Baca juga: Gaji Naik Tiap Tahun Belum Tentu Bisa Beli Rumah

Dia mengatakan, memiliki BPJS Kesehatan adalah hal yang wajib dalam kondisi pandemi saat ini. Namun, dia juga tidak menyarankan untuk menggunakan banyak asuransi.

"Pertimbangkan dulu kebutuhan kita, lalu dana yang kita miliki, pihak-pihak yang menjadi tanggungan kita, baru kita bisa menentukan asuransi yang kita butuhkan. Bukan berarti banyak asuransi itu hal yang bagus," lanjut Kharisma.

Lanjut dia, untuk yang memiliki emergency fund, di masa pandemi ini sebaiknya nominalnya ditingkatkan menjadi 2 kali lipat dari kondisi normal. Masyarakat dinilai belum memiliki kesadaran yang tinggi untuk menyimpan jumlah emergency fund yang cukup.

"Alokasi-alokasi cost non prioritas bisa mulai dipindahkan untuk emergency fund. Masalahnya, kita belum tahu kapan pandemi ini akan berakhir, dan kapan pemerintah akan mendistribusikan vaksin. Ketidakpastian ini masih terus berlanjut, jadi kita yang harus siap," pungkas Kharisma.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini