Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RI Masuk Jurang Resesi, Sri Mulyani Prediksi Ekonomi Kuartal III Minus 2,9%

Rina Anggraeni , Jurnalis-Selasa, 22 September 2020 |11:51 WIB
RI Masuk Jurang Resesi, Sri Mulyani Prediksi Ekonomi Kuartal III Minus 2,9%
Sri Mulyani (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap mengalami kontraksi pada kuartal III-2020. Hal ini menandakan bahwa Indonesia akan resesi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, ekonomi Indonesia akan berada pada zona negatif yakni pada minus 1 hingga 2,9%. Hal ini seiring konsumsi rumah tangga yang masih mengalami kontraksi yang masih negatif seiring masih adanya pembatasan sosial berskala besar.

Baca juga: 2 Kali Deflasi, Tanda Konsumsi dan Daya Beli Semakin Drop

"Konsumsi rumah tangga masih negatif yang mana proyeksinya masih minus 3,0% hingga minus 1,5%," ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (22/9/2020).

Kata dia, perdagangan Internasional juga mengalami tekanan yang cukup tajam. Hal ini seiring aktivitas ekspor dan impor yang cendurung menurun.

Baca juga: Ekonomi Negara Lain Mulai Pulih, Indonesia Jelang Resesi

"Ekspor masih mengalami tekanan yang mana diproyeksi minus 13,9% hingga minus 8,7% lalu impor juga alami tekanan yang mana kita proyeksi turun bisa minus 26,8%," jelasnya.

Dia menekankan virus covid-19 ini masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi perekonomian baik dalam skala global maupun nasional. Kemampuan mengendalikan virus covid ini menjadi sangat penting.

"Dengan kondisi covid-19 yang masih menjadi faktor pertama pengaruhi ekonomi, di level global dan nasional kita masih sangat ditentukan oleh kemampuan pengendalian covid-19," tandasnya.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement