2 Kali Deflasi, Tanda Konsumsi dan Daya Beli Semakin Drop

Aditya Pratama, Jurnalis · Senin 21 September 2020 14:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 21 320 2281251 2-kali-deflasi-tanda-konsumsi-dan-daya-beli-semakin-drop-xr3oZmU7hQ.jpg Ekonomi RI Diprediksi Resesi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Ancaman deflasi dan lesunya konsumsi di Indonesia semakin nyata. Hal ini merupakan dampak pandemi Covid-19 yang membuat sektor konsumsi terancam karena perekonomian yang menurun.

Menurut Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati, saat ini Indonesia mengalami deflasi karena dari sisi permintaan dan daya beli terus menurun.

Baca Juga: Ekonomi Negara Lain Mulai Pulih, Indonesia Jelang Resesi

"Kalau kita lihat dari berbagai data yang ada, deflasi saat ini lebih karena dari sisi permintaan yang semakin drop atau daya beli masyarakat yang semakin menurun. darimana datanya? yang pasti sampai pertengahan Agustus penjualan ritel kita masih negatif. Artinya apa? artinya memang permintaan yang masih menurun," ujar Enny dalam acara Market Review IDX Channel, Senin (21/9/2020).

Meskipun sejauh ini pemerintah telah mengeluarkan berbagai macam stimulus, Enny mengibaratkan beragam stimulus seperti peluru, di mana pelurunya banyak tapi tidak sesuai sasaran maka akan terasa percuma.

Baca Juga: Atasi Covid-19, Faisal Basri: Ekonomi Bisa Pulih tapi Nyawa Manusia Tidak

"Jadi, peluru itu harus tetap sasaran sekali pun hanya punya lima peluru kalau peluru nembaknya jitu, sasarannya tepat ya menjadi efektif. Tapi kalau pelurunya banyak dan nembak masih asal-asalan dan sasarannya masih cari-cari ya akhirnya banyak yang meleset," kata dia.

"Seperti kalau kita lihat dengan terjadinya daya beli masyarakat yang masih terus mengalami penurunan artinya masih terjadi ketidakefektifan dari berbagai macam program pemulihan ekonomi dan stimulus ekonomi," sambungnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini