Mendag Ingin Kopi Gayo Beredar di Pasar Global

Ferdi Rantung, Jurnalis · Selasa 22 September 2020 17:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 320 2281967 mendag-ingin-kopi-gayo-beredar-di-pasar-global-0EE1PXtTJU.jpg Ilustrasi Kopi (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengajak berbagai pihak untuk mempromosikan produk indikasi geografis (IG) seperti kopi arabika gayo di pasar global, khususnya Uni Eropa. Untuk itu, diperlukan kolaborasi dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan agar dapat meningkatkan ekspor kopi di tengah tekanan krisis global.

“Indonesia Coffee Week merupakan upaya bersama dalam mempromosikan dan meningkatkan kesadaran terhadap IG sebagai komponen penting meningkatkan ekspor melalui branding dan pemasaran produk,” ujar Agus saat membuka acara Indonesia Coffee Week dan Coffee Tasting of Gayo Arabica Coffee yang berlangsung secara virtual di Jakarta, dikutip Selasa (22/9/2020).

Baca Juga: Industri Olahan Kopi RI Bisa Jadi Pemain Utama di Pasar Global

Dia menyampaikan, IG merupakan ciri khas produk di wilayah tertentu di mana kualitas, reputasi, atau karakteristik melekat dengan daerah asal produk serta memiliki faktor lingkungan geografis produk.

“Ciri-ciri tersebut meliputi faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut, yang memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang atau produk yang dihasilkan,” ungkapnya.

Agus melanjutkan, Indonesia dan Uni Eropa telah memperkuat kerja sama ekonomi melalui ARISE Plus Indonesia. Kerja sama ini bertujuan meningkatkan daya saing ekspor dan integrasi Indonesia dalam rantai nilai global.

Baca Juga: Bos Kopi Kenangan: Jualan Kopi Itu Kualitas bukan Fasilitasnya

Saat ini, Indonesia dan Uni Eropa dalam proses negosiasi Indonesia-EU Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Salah satu kesepakatannya yakni pertukaran registrasi produk IG serta membuka jalan bagi pengakuan produk IG Indonesia di Uni Eropa dan sebaliknya.

“Produk IG Indonesia merupakan pembawa identitas bangsa Indonesia di pasar Eropa. Kopi Arabika Gayo merupakan produk IG Indonesia pertama yang diakui Eropa sejak 2017. Diharapkan dengan finalisasi IEU-CEPA ini berbagai jenis kopi dan produk IG lainnya dapat diakui serta dilindungi di pasar Uni Eropa,” jelas dia.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darusalam Vincent Piket menambahkan, perlindungan IG merupakan hal penting, baik secara ekonomi maupun budaya. Hal ini dapat membantu menciptakan nilai bagi masyarakat lokal melalui produk yang berakar kuat pada tradisi, budaya, dan geografi.

“Uni Eropa bangga memiliki sistem IG yang kuat dan mendukung perlindungan IG di Indonesia. Kedua pihak telah bertukar daftar IG yang akan tertuang dalam IEU CEPA setelah negosiasi selesai,” katanya.

Senada dengan hal itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Kasan mengungkapkan, produk IG berpotensi menjadi kontributor utama kinerja ekspor nasional. Maka diperlukan kesiapan data dan informasi lengkap sebagai faktor kunci sebelum melakukan promosi produk.

Pengelolaan informasi produk IG, menurutnya, sangat penting dan akan memudahkan pengambilan keputusan terkait promosi dan pemasaran, serta dalam menjalin kemitraan dengan pihak ketiga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini