Sri Mulyani Beberkan Penurunan Pendapatan dan Belanja Negara

Rina Anggraeni, Jurnalis · Selasa 22 September 2020 20:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 320 2282039 sri-mulyani-beberkan-penurunan-pendapatan-dan-belanja-negara-VNxZtB7mR2.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi belanja negara sampai akhir Agustus 2020 sebesar Rp1.534,66 triliun atau sekitar 56,03% dari pagu dalam Perpres 72/2020. Sedangkan, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp661,84 triliun atau 62,74% per Agustus 2020. Sementara belanja daerah mencapai Rp533,73 triliun.

"Terjadi penurunan pendapatan dan belanja, sama seperti pusat. Pendapatan turun Rp52,9 triliun sedangkan belanja turun karena refocusing dan realokasi Rp44,01 triliun," kata Sri Mulyani dalam video conference APBN KiTa, Selasa (22/9/2020).

Baca Juga: Pendapatan Negara Minus 13,1% hingga Agustus

Sementara itu, belanja negara tersebut meliputi realisasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp977,31 triliun dan realisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa sebesar Rp557,35 triliun.

Secara nominal, realisasi Belanja Pemerintah Pusat sampai dengan Agustus 2020 tumbuh sebesar 49,5% (mom) atau 13,97% (yoy), membaik dibandingkan bulan Juli 4,2% (yoy).

"Peningkatan kinerja realisasi Belanja Pemerintah Pusat tersebut antara lain dipengaruhi oleh realisasi bantuan sosial yang mencapai Rp139,14 triliun atau sekitar 81,5% dari pagu Perpres 72/2020," jelasnya.

Baca Juga: Defisit Kian Melebar, APBN 2020 Tekor Rp500 Triliun

Sementara itu, realisasi bansos tersebut tumbuh 76,88% (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya terutama karena didorong adanya perluasan bansos untuk membantu masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Sedangkan realisasi belanja subsidi yang terdiri dari subsidi energi dan subsidi non energi sampai dengan akhir Agustus 2020 mencapai Rp95,27 triliun atau 49,61% dari target pada APBN-Perpres72/2020, dengan capaian realisasi lebih rendah 7,90% (yoy) akibat terutama oleh masih rendahnya harga minyak mentah (ICP).

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini