Gaji Berlebih, Asuransi Bisa Jadi Pilihan di Tengah Covid-19

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 22 September 2020 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 622 2281766 gaji-berlebih-asuransi-bisa-jadi-pilihan-di-tengah-covid-19-zIO6mnbjyp.jpg Asuransi (Shutterstock)

JAKARTA - Mermiliki asuransi menjadi sesuatu yang dianggap penting untuk dimiliki pada situasi pandemi virus corona (covid-19) seperti saat ini. Khususnya bagi mereka yang memiliki penghasilan berlebih

Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, bagi yang masih memiliki dana berlebih bisa digunakan untuk membayar atau melunasi iuran BPJS Kesehatan. Atau jika memang belum puas bisa digunakan untuk membeli produk premi asuransi.

 Baca juga: Punya Penghasilan Pas-pasan, Masih Perlu Asuransi?

Menurut Andi, hal ini jauh lebih penting jika dibandingkan digunakan untuk membeli barang-barang yang tidak penting. Salah satu contohnya adalah masker kekinian yang digunakan hanya sebagai fashion saja.

"Dan juga kalaupun memang ada dana berlebih, untuk bayar BPJS atau asuransi kesehatan. Dibandingkan untuk beli masker yang bermotif ataupun beli barang-barang yang sebenarnya tidak kita perlukan," ujarnya saat dihubungi Okezone, Selasa (22/9/2020).

 Baca juga: Pemerintah Minta Penjamin Kredit Harus Hati-Hati

Menurut Andi, pembelian premi asuransi ini sangat membantu meminimalisir risiko keuangan dan kesehatan. Karena ketika situasi kesehatan memburuk, pihak asuransi akan mengcover pengeluarannya.

"Kenapa kok malah prioritasnya untuk bayar BPJS atau beli asuransi? Misalnya asuransi kesehatan deh. Karena walaupun kita tabungannya segede apapun, ketika kita sakit, risikonya menjadi berubah," jelasnya.

Menurut Andi, jika masih memiliki uang berlebih juga bisa menambah produk asuransinya. Misalnya, dari yang tadinya hanya untuk kesehatan saja bisa ditambah dengan asuransi jiwa.

"Kadang-kadang bukan risiko kehilangan uang lagi tapi kehilangan nyawa. Jadi risikonya bergeser. Dan ketika kita memiliki kelonggaran atau keleluasaan dana seperti itu, saranku beliin aja asuransi kesehatan atau asuransi jiwa, karena itu akan memudahkan seandainya terjadi risiko kepada kita," jelasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini