Penjualan Listrik PLN Minus 10%, Terparah sejak 27 Tahun Lalu

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 24 September 2020 17:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 320 2283212 penjualan-listrik-pln-minus-10-terparah-sejak-27-tahun-lalu-qUcAaTJWI6.jpg Listrik (Foto: Okezone)

JAKARTA - Direktur Capital dan Management PT PLN (Persero) Syofvi Felienty Roekman memperkirakan penjualan listrik akan tetap terkontraksi negatif hingga akhir 2020. Hal ini dikarenakan intensitas penyebaran Covid-19 masih terus berlangsung.

Syofvi menyebut, dalam beberapa bulan terakhir kondisi penjualan listrik perseroan pelat merah perlahan pulih. Meski begitu, dia memprediksi tingkat penjualan atau pemakaian listrik akan minus 0,5%.

"Kami proyeksikan hingga akhir tahun (2020) negatifnya kecil sekali, minus sekitar 0,5%. Tapi kami berupaya agar tetap positif," ujar Syofvi dalam acara NGOPI BUMN bertajuk BUMN Bahu Membahu Atasi Covid-19, Kamis (24/9/2020).

Posisi pengguna listrik saat ini minus 2%. Bahkan, pada kuartal ke-II 2020 pertumbuhan penjualan pernah negatif di angka 10%. Angka ini, kata Syofvi, kerugian pertama kali PLN sejak 27 tahun lalu.

“Pertumbuhan penjualan yang negatif sampai minus 10% baru kami rasakan kemarin. Dampaknya cukup sulit buat kami di PLN,” kata dia.

Meski begitu, manajemen perseroan pelat merah ini tetap optimis untuk terus menggerakan roda bisnis agar tingkat penjualan listrik menuju ke fase positif alias untung. "Kami punya skenario pesimis dan optimis, jadi di-range lah, kurang lebih negatif 0,5% sampai plus 0,5%," katanya.

Listrik

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini