Holding BUMN Pangan Terbentuk, Petani Dilibatkan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 24 September 2020 20:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 24 320 2283321 holding-bumn-pangan-terbentuk-petani-dilibatkan-u8uSmZPT0f.jpg Pangan (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI menargetkan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) klaster pangan bisa terbentuk akhir 2020. Pembentukan itu seiring dengan upaya BUMN klaster pangan dapat memainkan peran strategis bagi komoditas pangan di Indonesia.

Direktur Pengembangan dan Pengendalian Usaha RNI Febriyanto mengatakan, pemegang saham RNI menunjuk pihaknya sebagai ketua BUMN klaster pangan. Karena itu, pihaknya tengah berupaya agar holding BUMN pangan bisa terbentuk pada akhir tahun ini.

Dia berharap, agar upaya tersebut dapat disetujui pemegang saham RNI dan pemerintah sehingga perseroan pelat merah di sektor pangan dapat terakomodir dalam satu kesatuan klaster pangan Holding BUMN.

"Jadi kami ditunjuk oleh pemegang saham RNI sebagai ketua BUMN klaster pangan yang sekarang Alhamdulillah sedang berproses untuk menjadi holding BUMN pangan. Mudah-mudahan pada akhir tahun ini paling lambat hal tersebut sudah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dan pemerintah untuk menjadi holding BUMN pangan," ujar Febriyanto dalam Webinar BUMN, Kamis (24/9/2020).

Febriyanto merinci ada delapan BUMN pangan yang akan bergabung ke dalam klaster. Kedelapan perseroan itu di antaranya, Perikanan Indonesia (Perindo) di budidaya ikan, layanan jasa di pelabuhan ikan, pengolahan ikan, Berdikari pada peternakan dan logistik, Garam di industri garam.

Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) yang bergerak di perdagangan dalam negeri dan internasional, serta BGR Logistics yang akan mendukung sebagai logistik provider yang menghubungkan mata rantai dari pasok pangan dari hulu sampai hilir.

 BUMN

Dia menjelaskan, rantai produksi holding BUMN pangan ini jika dilihat dari sisi hulu mampu memainkan peran untuk menyediakan komoditas strategis bagi masyarakat Indonesia. Seperti penyediaan beras, jagung, daging dan jenis pangan lainnya.

"Di mana barang-barang ini akan kita off take dari teman-teman kita yang selama ini berperan dalam mata rantai penyediaan pangan seperti petani plasma, nelayan, koperasi, BUMDes, dan lain-lain," katanya.

Dari rantai pasok itu, lanjut Febriyanto, pihaknya tidak akan bekerja sendiri. Tetapi akan melibatkan para petani, nelayan, BUMDes dan koperasi.

"Tentu kita tidak bekerja sendiri karena memang kita tahu bahwa jaringan pasar ritel cukup luas, sehingga kita melibatkan juga para pelaku bisnis di jaringan ritel untuk mendistribusikan komoditi pangan kita," ujar dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini