Wall Street bergulat dengan kurangnya stimulus fiskal baru, yang menurut beberapa ekonom dan Federal Reserve diperlukan agar pemulihan ekonomi dapat berlanjut. Kurangnya RUU stimulus menyebabkan Goldman Sachs memangkas perkiraan PDB kuartal keempat menjadi 3% dari 6% secara tahunan.
"Kami pikir sekarang sudah jelas bahwa Kongres tidak akan melampirkan stimulus fiskal tambahan untuk resolusi yang berkelanjutan," tulis Jan Hatzius, kepala ekonom di Goldman Sachs, dalam sebuah catatan.
Menurutnya, hal ini menyiratkan bahwa setelah putaran terakhir tunjangan pengangguran tambahan yang saat ini sedang dicairkan, dukungan fiskal lebih lanjut mungkin harus menunggu hingga 2021.
Investor mengalami bulan yang sulit di bulan September, dengan tolok ukur pasar utama turun tajam karena saham teknologi kehilangan tenaga.
Sejauh ini di bulan September, S&P 500 telah turun 7,3%, sedangkan Dow telah merosot 5,7%. Nasdaq Composite relatif berkinerja buruk, mencatat kerugian 9,4% karena investor keluar dari Big Tech. Facebook, Amazon, Apple, Netflix, Alphabet, dan Microsoft semuanya turun setidaknya 9,9% pada bulan September.
(Fakhri Rezy)