Kini Ekspor Perikanan ke Jepang Bisa Langsung dari Manado

Trijaya, Jurnalis · Jum'at 25 September 2020 07:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 25 320 2283419 kini-ekspor-perikanan-ke-jepang-bisa-langsung-dari-manado-VuSnvtNVLE.jpg Perikanan (Okezone)

JAKARTA - Sebagai salah satu komoditas pangan, produk perikanan Indonesia tetap diburu oleh pasar internasional. Karenanya, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), berupaya menghadirkan terobosan agar produk-produk dalam negeri bisa menjangkau berbagai negara.

Terbaru, BKIPM meluncurkan layanan ekspor langsung dari Manado ke Jepang, pada Rabu 23 September 2020. Layanan ini terselenggara berkat kerjasama, koordinasi dan komunikasi intensif antara BKIPM dengan Bea Cukai, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, PT. Angkasa Pura, Kementerian Perhubungan dan Maskapai Garuda Indonesia.

 Baca juga: Palsukan Data, Izin 14 Eksportir Lobster Dicabut

Peluncuran layanan ditandai dengan ekspor perdana 10,39 ton ikan tuna sirip kuning dari Manado dan Ambon ke negeri sakura.

"Ekspor langsung dari Manado ke Jepang merupakan salah satu terobosan yang sangat baik terlebih ekspor langsung ini terjadi di masa pandemi Covid-19," kata Kepala BKIPM, Rina terkait ekspor perdana hasil perikanan senilai USD66.423,94 mengutip MNCTrijaya, Jakarta, Jumat (25/9/2020).

Rina mengungkapkan, direct call ekspor Manado-Jepang sekaligus menjadi kabar gembira, khususnya bagi pelaku usaha perikanan Sulawesi Utara dan sekitarnya. Terlebih provinsi tersebut memiliki potensi perikanan yang luar biasa.

 Baca juga: Negara Raup Rp6,9 Miliar dari Pengelolaan Ruang Laut

Sebagai gambaran, nilai ekspor komoditas perikanan Sulawesi Utara pada tahun 2019 mencapai USD144,88 juta atau setara dengan Rp2,15 triliun. Nilai tersebut diperoleh dari volume ekspor yang mencapai 24,8 juta kilogram dan diekspor ke 31 negara.

Sementara Jepang, termasuk dalam tiga besar negara tujuan ekspor produk perikanan Sulawesi Utara. Pada tahun 2019, volume ekspor ke negeri sakura mencapai 3,9 juta kilogram dengan nilai USD29,09 juta.

"Tentunya potensi yang besar ini harus dikelola dengan semaksimal mungkin dan rasanya sangatlah tepat jika direct call ekspor Manado-Jepang diwujudkan karena ditunjang dengan potensi perikanan yang melimpah serta letak geografis Sulut yang sangat strategis," urainya.

Dikatakannya, BKIPM selalu siap mendukung dengan penjaminan mutu dan keamanan hasil perikanan serta penjaminan kesehatan ikan melalui sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dan Cara karantina Ikan yang Baik (CKIB). Selain itu, Rina memastikan jajarannya berkomitmen untuk percepatan dan peningkatan kualitas pelayanan, baik untuk penerbitan Health Certificate, HACCP dan CKIB.

"Layanan 24 jam-non stop serta program jemput bola akan terus dilakukan untuk mempercepat proses sertifikasi sehingga ekspor komoditi perikanan Sulawesi Utara dapat berjalan dengan lancar," sambung Rina.

Dalam kesempatan tersebut, BKIPM sekaligus menyerahkan sertifikasi HACCP kepada salah satu Unit Pengolahan Ikan yang baru dan bisa langsung bergabung pada ekspor perdana ini.

"Inilah salah satu wujud totalitas BKIPM dalam mendukung kelancaran dan percepatan ekspor komoditi perikanan Sulut. Sertifikasi HACCP memiliki janji layanan maksimal 10 hari namun kami selalu berupaya untuk mempercepat proses sertifikasi, untuk perusahaan UD. Berkah hanya memerlukan waktu 5 hari sudah terbit sertifikat HACCP," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini