Tren Industri Keuangan Akan Bergantung Data dan Layanan Virtual

Hafid Fuad, Jurnalis · Sabtu 26 September 2020 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 26 320 2284124 tren-industri-keuangan-akan-bergantung-akan-data-dan-layanan-virtual-eqHkldmWBo.jpg Fintech (Shutterstock)

JAKARTA - Kompetisi industri jasa keuangan ke depan akan bergantung pada ketersediaan data dan layanan virtual. Tren pengolahan data akan menggantikan pola lama yang banyak mengandalkan kemampuan pihak outsourcing.

Kepala Group Inovasi Keuangan Digital OJK Triyono Gani menilai, saat ini banyak perusahaan yang berinvestasi pada kemampuan IT. "Data ini akan menggantikan peran outsourcing yang biasanya menguasai jalur distribusi produk," ujar Triyono hari ini di Jakarta, Jakarta, Sabtu (26/9/2020).

 Baca juga: Ancaman Resesi, Kondisi Keuangan Indonesia Masih Kuat?

Tren lain menurutnya adalah kemampuan layanan secara virtual. Ini semakin dibutuhkan sejak era pandemi yang telah menjadi disrupsi industri jasa keuangan. Selain itu juga, perbankan disebutnya masih menjadi jalur distribusi utama untuk berbagai produk industri keuangan.

"Karena secara regulasi lebih memudahkan digital banking bergerak. Dibandingkan sektor lainnya seperti fintech," ujarnya.

Baca juga: Sri Mulyani Bocorkan 5 Kajian Reformasi Sistem Keuangan di Indonesia

Pandemi, lanjutnya, menghambat banyak sektor perekonomian. Namun justru menjadi akselerator bagi pengembangan dan inovasi digital. Karena itu dia menilai arus inovasi digital yang dibawa oleh fintech harus selalu di regulasi agar memberi manfaat pada masyarakat banyak.

“Fintech is not business as usual. Inovasi terus muncul dengan cepat, namun tidak semua inovasi bagus untuk masyarakat. Maka dari itu, kami perlu meregulasi dengan membawa sistem terbaru untuk mengikuti inovasi- inovasi yang ada,” ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini