Erick Thohir: Teman-Teman Saya Kecewa Sama Saya

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Senin 28 September 2020 11:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 320 2284787 erick-thohir-teman-teman-saya-kecewa-sama-saya-OCyMfugtux.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/BUMN)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengakui sejumlah rekan bisnisnya kecewa terhadap kebijakan yang diterapkan di BUMN. Kebijakan tersebut seperti proses tender atau pengadaan proyek di perseroan.

Akibatnya, kata Erick, hubungan dengan rekan pengusaha tidak berjalan mulus. Meski saat ini masih membuka diri untuk berkomunikasi.

Baca Juga: Mungkinkah Superholding BUMN Terbentuk di Tangan Erick Thohir?

"Kalau boleh jujur, ada teman-teman saya yang kecewa sama saya hari ini. Karena saya jelaskan kepada mereka policy yang saya lakukan ini tidak bisa berdasarkan kepentingan individu tapi kebijakan yang lebih baik dan besar manfaatnya," ujar Erick, Senin (28/9/2020).

Erick menetapkan sejumlah syarat bagi perusahaan swasta yang ikut melakukan pengadaan proyek yang digagas BUMN, salah satunya ketersediaan fasilitas yang mumpuni. Karena itu, dia menegaskan tidak ada istilah saling tunjuk dalam tender proyek. bila perusahaan swasta yang ingin terlibat harus mengikuti proses yang sudah ditetapkan.

Baca Juga: Erick Thohir Bahas Revisi UU BUMN, Singgung PMN hingga Dividen

"Misalnya, bagaimana saya meminta bahwa tender di BUMN tidak boleh saling tender, saling tunjuk kalau tidak bisa punya barangnya (fasilitas). Jadi, kalau ada teman pun yang punya proyek di BUMN harus terbuka atau transparan dan ikut proses yang benar," kata dia.

Dia menjelaskan, langkah itu untuk menghindari tindakan semena-mena yang pada akhirnya merugikan masyarakat dan negara. Bahkan, secara terbuka dia menyebut tidak ingin menjadi bagian dari kelompok yang membuat kesalahan.

Karenanya, dia memilih untuk jujur atau menyampaikan secara terbuka kepada rekan bisnisnya perihal aturan main di BUMN yang dia buat. Di mana, kepentingan masyarakat lebih diutamakan ketimbang kepentingan kelompok.

"BUMN ini sepertiga dari ekonomi nasional, jadi kalau saya mementingkan 0,01% dibandingkan sepertiga ekonomi nasional, saya nggak mau jadi bagian yang salah di kemudian hari. Dan ini akan terlihat di suatu hari, mau diumpetin juga suatu hari akan terbuka, lebih baik kita terbuka dari awal," katanya.

"Tetapi di lain pihak saya bilang, jangan teman-teman swasta akhirnya ngakalin BUMN-nya. saya terbuka menyampaikan, kalau ada kebijakan yang kurang ya, tidak selamanya kebijakan ini benar, tapi bermanfaat lebih besar, ini yang saya harapkan mereka lakukan dengan baik," lanjutnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini