Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kejar Investasi ke Negeri Ginseng, Erick Thohir-Bahlil Dapat Apa?

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Senin, 28 September 2020 |13:18 WIB
Kejar Investasi ke Negeri Ginseng, Erick Thohir-Bahlil Dapat Apa?
Erick Thohir Pastik Investasi Korsel di Indonesia. (Foto: Okezone.com/BUMN)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia berkunjung ke Korea Selatan pada 23-24 September 2020. Kunjungan dalam rangka menindaklanjuti sejumlah rencana investasi perusahaan asal Korea Selatan di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, delegasi Indonesia berdiskusi dengan beberapa perusahaan Korea untuk menindaklanjuti minat investasi ke Indonesia. Erick menyampaikan, meskipun di tengah pandemi Covid-19, pemerintah terus agresif untuk mendatangkan investasi.

Baca Juga: 12 Perusahaan Asing Masuk RI, Menperin: Kami Siap Kawal

"Kita harus terus optimistis. Memang situasi sekarang penuh tantangan. Tapi percayalah pemerintah terus berusaha dan keberangkatan kami ke Korea Selatan ini karena memang ada minat serius dari beberapa perusahaan Korea. Artinya Indonesia memiliki daya tarik. Dan kita tindaklanjuti itu," ujar Erick dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/9/2020).

Baca Juga: Jurus Kemenperin Capai Target Substitusi Impor 35% Tahun 2022

Minat investor Korea tercermin dalam data hasil realisasi investasi asal Negeri Ginseng tersebut pada kuartal II atau April-Juni2020, dengan total investasi mencapai USD552,6 juta atau melonjak sebesar 340% dari total investasi Korea Selatan pada kuartal I atau Januari-Maret tahun ini sebesar USD130,4 juta.

Sementara itu, Kepala BKPM Bahlil menjelaskan, pemerintah perlu menunjukkan keseriusan dalam menjemput investor dari Korea.

“Ini sinyal positif. Indonesia masih dilirik oleh investor di tengah pandemi Covid-19. Jadi kita harus serius memfasilitasi sampai jadi. Sesuai arahan Presiden, investasi yang kita dorong adalah yang mendukung transformasi ekonomi, ada nilai tambah. Dan tentu juga investasi padat karya. Indonesia butuh lapangan kerja dan investasi solusinya,” ucap Bahlil.

Jika dilihat berdasarkan periode Januari-Juni 2020, realisasi investasi dari Korea Selatan pun mengalami peningkatan sebesar 25% dengan total sebesar USD683,0 juta dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu dengan nilai investasi sebesar USD548,4 juta.

Bahlil juga menjelaskan, bahwa BKPM akan berusaha menarik investor Korea Selatan untuk terus berinvestasi di Indonesia, khususnya kepada perusahaan di bidang industri hilirisasi.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement