Investor Sempat Kaget dengan RUU BI

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 28 September 2020 17:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 320 2285054 investor-sempat-kaget-dengan-ruu-bi-ABjCbEXMGw.jpg Bank Indonesia (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan, pasar keuangan dalam negeri sempat terkejut akibat pengawasan perbankan kepada Bank Indonesia. Hal ini seiring dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI tengah membahas penyusunan RUU tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia (BI) yang ingin mengembalikan pengawasan perbankan kepada Bank Indonesia yang sebelumnya menjadi tanggung jawab Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Masalah independensi BI membuat guncangan pasar (keuangan). Itu meningkatkan yield SBN dan melemahkan Rupiah," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam diskusi virtual dengan DPR, Senin (28/9/2020).

Baca Juga: Uang Rp75 Ribu Bisa Nyanyi, BI Peringatkan Pengembang Aplikasi

Untuk itu, BI memastikan revisi Undang-Undang BI tak akan mengganggu independensi BI. Lantaran Presiden Jokowi sudah menjamin independensi BI selaku bank sentral. 

"Pernyataan presiden (Jokowi) sudah jelas bahwa kebijakan moneter harus tetap kredibel, efektif dan independen," jelas dia.

Baca Juga: Heboh Uang Rp75 Ribu Bisa Nyanyi, BI Angkat Bicara

Dia menambahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani dinilai juga bersikap serupa. Terlebih saat ini pemerintah juga belum membahas revisi Undang-Undang BI yang diajukan Baleg beberapa waktu lalu. 

"Dari keterangan pers dari ibu Sri Mulyani menyatakan mengenai revisi UU BI yang merupakan inisiatif DPR, pemerintah belum membahas sampai saat ini," tandasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini