8 Antisipasi Banjir, Salah Satunya Buat Sumur Serapan

Safira Fitri, Jurnalis · Senin 28 September 2020 16:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 470 2285002 8-antisipasi-banjir-salah-satunya-buat-sumur-serapan-8nLk6Sotc7.jpeg Rumah (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

Kelima, memilih pohon untuk penghijauan.

Di antaranya, yakni pilih yang berbatang besar dan tinggi, berpenampilan segar dan menarik, berfungsi sebagai penyerap polusi, berfungsi sebagai peneduh jalan, bebas hama dan penyakit.

Lalu, percabangannya kuat daunnya tidak mudah gugur, tidak menimbulkan alergi, perawatannya mudah, dan terakhir tidak berbahaya.

Keenam, meninggikan lantai.

Setiap orang yang tinggal di daerah rawan banjir dan sering terkena banjir pasti memiliki gagasan untuk meninggikan lantai rumahnya. Namun, cara tersebut dilakukan jika ketinggian banjir kurang dari 1 meter.

Meninggikan lantai pun perlu diperhatikan medianya, dapat menggunakan keramik juga dapat menggunakan puing bekas bongkaran bangunan.

Ketujuh, menambah lantai rumah.

Apabila banjir yang terjadi mencapai ketinggian 2 meter atau lebih, tidak ada jalan lain kecuali meningkat atau menambah satu lantai lagi (rumah bertingkat). Menambah lantai rumah tentu akan memerlukan biaya besar karena memerlukan perencanaan konstruksi bangunan tersebut.

Selain itu, ada perubahan penggunaan lantai bawah. Perabot elektronik ditempatkan di lantai atas, termasuk lemari pakaian, lemari buku, dan perabot penting lainnya yang berisi surat-surat penting.

Begitu juga untuk pompa air, gunakan pompa yang berdaya sedot tinggi (jet pump). Letakkan jet pump di lantai atas sehingga tidak terendam air.

Kedelapan, persiapan menghadapi banjir.

Jika terjadi banjir pada kategori sedang, tidak dilakukan evakuasi. Namun jika ketinggian air telah mencapai 1,5-2 meter maka perlu beberapa tips untuk menghadapinya.

Dengan merombak ruang rangka atap dan jadikan sebagai tempat tinggal darurat, buka bukaan pada atap genting yang dapat berfungsi sebagai jendela atau pintu keluar untuk penyelamatan diri bila terlihat permukaan air terus meninggi.

Kelima, memilih pohon untuk penghijauan.

Di antaranya, yakni pilih yang berbatang besar dan tinggi, berpenampilan segar dan menarik, berfungsi sebagai penyerap polusi, berfungsi sebagai peneduh jalan, bebas hama dan penyakit.

Lalu, percabangannya kuat daunnya tidak mudah gugur, tidak menimbulkan alergi, perawatannya mudah, dan terakhir tidak berbahaya.

Keenam, meninggikan lantai.

Setiap orang yang tinggal di daerah rawan banjir dan sering terkena banjir pasti memiliki gagasan untuk meninggikan lantai rumahnya. Namun, cara tersebut dilakukan jika ketinggian banjir kurang dari 1 meter.

Meninggikan lantai pun perlu diperhatikan medianya, dapat menggunakan keramik juga dapat menggunakan puing bekas bongkaran bangunan.

Ketujuh, menambah lantai rumah.

Apabila banjir yang terjadi mencapai ketinggian 2 meter atau lebih, tidak ada jalan lain kecuali meningkat atau menambah satu lantai lagi (rumah bertingkat). Menambah lantai rumah tentu akan memerlukan biaya besar karena memerlukan perencanaan konstruksi bangunan tersebut.

Selain itu, ada perubahan penggunaan lantai bawah. Perabot elektronik ditempatkan di lantai atas, termasuk lemari pakaian, lemari buku, dan perabot penting lainnya yang berisi surat-surat penting.

Begitu juga untuk pompa air, gunakan pompa yang berdaya sedot tinggi (jet pump). Letakkan jet pump di lantai atas sehingga tidak terendam air.

Kedelapan, persiapan menghadapi banjir.

Jika terjadi banjir pada kategori sedang, tidak dilakukan evakuasi. Namun jika ketinggian air telah mencapai 1,5-2 meter maka perlu beberapa tips untuk menghadapinya.

Dengan merombak ruang rangka atap dan jadikan sebagai tempat tinggal darurat, buka bukaan pada atap genting yang dapat berfungsi sebagai jendela atau pintu keluar untuk penyelamatan diri bila terlihat permukaan air terus meninggi.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini