Kelola Keuangan, Sisihkan Paling Sedikit 10% dari Gaji untuk Menabung

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 28 September 2020 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 28 622 2284831 kelola-keuangan-sisihkan-paling-sedikit-10-dari-gaji-untuk-menabung-pzSsFQ6yjM.jpg Tips Mengelola Keuangan untuk Milenial. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Memiliki tabungan berupa investasi maupun rekening di bank tetap menjadi prioritas di tengah kondisi saat ini. Uang tabungan atau investasi pun bisa digunakan sebagai dana darurat.

Pandemi virus corona belum diketahui kapan akan berakhir. Belum lagi ekonomi terus menurun dan kini berada di ambang resesi setelah minus 5,3% di kuartal II-2020.

Baca Juga: Biar Enggak Boros, Bedakan Keinginan dan Kebutuhan

Perencana Keuangan Safir Senduk mengatakan, setiap orang memiliki patokan untuk tabungan dan investasi masing-masing. Namun dirinya menyarankan agar uang penghasilan disisihkan minimal 10% untuk tabungan atau investasi setiap bulannya.

“Kalau tabungan dan investasi paling sedikit 10% (dari penghasilan bulanan) minimal,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Senin (28/9/2020).

Baca Juga: Anggaran Biaya Hidup Boleh Sampai 80% tapi...

Sebenarnya, lanjut Safir, masing-masing orang bisa saja menyisihkan penghasilannya lebih dari angka 10%. Bahkan dirinya tidak melarang jika ada orang yang menyisihkan 50% penghasilannya untuk menabung dan investasi.

Karena menurutnya, penghasilan dan kebutuhan masing-masing orang sangat berbeda. Oleh karena itu, sebagai patokan minimal penghasilan yang disisihkan adalah 10% setiap bulannya.

Jika lebih dari angka tersebut, justru sangat bagus bagi keuangan seseorang di masa depan. Namun tetap saja, boleh menabung lebih dari angka tersebut asal tidak mengganggu kebutuhan yang lainnya.

“Artinya lebih dari 10% boleh tapi jangan kurang. Tapi minimal 10%. Ada orang yang dia bisa nabung 30% ada yang penghasilannya besar sekali bisa sampai 50%,” jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini