Investasi ORI018, Bisa Buat Dana Darurat Jelang Resesi

Giri Prakosa, Jurnalis · Rabu 30 September 2020 17:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 30 622 2286303 investasi-ori018-bisa-buat-dana-darurat-jelang-resesi-q0rxS7FWPg.jpg Investasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membuka penawaran Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri 018 mulai besok. Adapun, proses pemesanan pembelian ORI018 secara online dilakukan melalui 4 tahap yaitu registrasi/pendaftaran, pemesanan, pembayaran dan setelmen/konfimasi.

Financial Advisor & Coach Philip Mulyana mengatakan, investasi ORI bisa menjadi sarana untuk dana darurat jelang resesi. Karena selain mudah dijual alias likuid, surat utang pemerintah juga memiliki imbal hasil yang stabil dengan tingkat kupon 5,7% per tahun.

“Ini bisa dijadikan instrumen dana darurat sebenarnya. Karena tradeable. Karena dana darurat konsepnya dua yang penting likuid dan hasilnya stabil. Ori akan menjadi pilihan menarik,” ujarnya dalam Live Instagram DJPPR Kementerian Keuangan, Rabu (30/9/2020).

Baca Juga: Milenial Kian Minati Investasi Surat Utang Negara 

Selain menjadi dana darurat, investasi di ORI juga bisa digunakan sebagai sarana untuk membiasakan diri berinvestasi. Apalagi bagi mereka para milenial yang sama sekali belum pernah dan tahu mengenai instrumen investasi.

“Kalau menurut pribadi yang pasti akan dilihat adalah suku bunga. Itu akan jadi pertimbangan terutama teman-teman investor. Tapi sebenarnya kalau menurut saya dalam kondisi ini bukan kejar hasil tapi bangun habit. Contoh kalau kita enggak pernah investasi kita mulai dari mana ORI bisa jadi opsi,” jelasnya.

Apalagi lanjut Philip, modal investasinya juga sangat murah. Karena minimum pemesanan yang bisa dilakukan adalah sebesar Rp1 juta sampai dengan maksimal pemesanan Rp3 miliar.

“Kadang kita terlalu lihat return-nya berapa tapi balik lagi, kalau ada duit yang kita disisihkan untuk ori itu lebih penting dibandingkan mengejar return-nya,” jelasnya.

Menurut Philip, investasi di ORI juga lebih baik dibandingkan membiarkan uang mengendap di rekening bank. Karena uang di rekening bank ini bisa terpakai karena tergoda dengan diskon atau promo di aplikasi belanja online.

“Karena satu modal murah, udah gitu dari pada kita lebih konsumtif. Apalagi dekat tanggal gajian biasanya banyak godaan. Free ongkir lah segala macam,” kata Philip.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini