Sorry, Investasi Kapal Asing Tak Berikan Value Added untuk Indonesia

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 320 2286819 sorry-investasi-kapal-asing-tak-berikan-value-added-untuk-indonesia-uNXM7L8F7C.jpg Pemerintah Berencana Ajak Investor Investasi Kapal Berbendera Indonesia. (Foto: Okezone.com/PrincessCruise)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia berencana mengundang investor asing dalam kepemilikan kapal beberbendara Indonesia terkait kegiatan angkutan muatan di dalam negeri.Namun rencana itu dinilai tak tepat karena tak mendapatkan keuntungan sepeserpun dari keberadaan mereka.

"Investasi asing pada pelayaran tidak ada value added untuk Indonesia," kata Ketua Umum Asosiasi Pemilik Kapal Nasional Indonesia (INSA) Carmelita Hartoto dalam acara Market Review di IDX Channel, Kamis (1/10/2020).

Baca Juga: 3 Keuntungan Proteksi Keuangan dan Investasi

Penerapan aturan kapal berbendera merah putih atau asas cabotage ditegaskan dalam Inpres Nomor 5 Tahun 2005 dan Undang-Undang Pelayaran No 17 tahun 2008. Menurutnya, jika asas cabotage dibuka, maka Indonesia akan kehilangan kekuatan potensi maritim nasional di sektor pelayaran.

"Tapi kalau investor asing di pelayaran tidak bisa diartikan sebagai bentuk aliran dana masuk, melainkan hanya sebagai catatan aset yang dibukukan," kata dia.

Dia menjelaskan, invetasi asing pada sektor pelayaran itu tidak sama seperti kerjasama di bidang infrastruktur atau manufaktur. Di mana keberadaan mereka sama sekali tidak membawa keuntungan bagi pertumbuhan ekonomi sebuah negara.

Baca Juga: Mau Investasi Sekaligus Bantu Negara Atasi Resesi? Begini Caranya

"Begitu market di Indonesia tidak menarik, mereka ke luar membawa kapalnya saja. jadi keuntungan pelayaran asing juga dibawa ke negara mereka. Artinya devisa negara akan lari ke luar negeri," ujarnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini