JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) telah mengumumkan rencana penggabungan nilai nominal saham (reverse stock split/ RSS). Hal ini sejalan dengan tren di bursa Amerika Serikat (AS).
"Bank Banten akan menerbitkan saham baru dengan seri dan nominal yang berbeda yaitu saham Seri C melalui mekanisme Penawaran Umum Terbatas dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD)," tulis manajemen Bank Banten, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (2/10/2020).
Baca juga: Bank Banten Merger dengan BJB, Warga Anggap Gubernur Melukai Sejarah
Nominal saham Perseroan dengan rasio setiap 10 saham lama nantinya menjadi 1 saham dengan nilai nominal baru. Penggabungan nilai saham ini diperlukan untuk mendukung kegiatan PUT VI dengan hasil valuasi saham tersebut.
Lalu right issue tidak akan terealisasi tanpa adanya reverse stock dikarenakan Peraturan Bursa Nomor I-A dan II-A terkait Batas Minimum Harga Transaksi Perdagangan Saham di Bursa.
Baca juga: Tokoh Banten : Berubah Jadi Bank Syariah diharapkan Mampu Selamatkan Bank Banten