Tol Laut Bisa Tekan Biaya Logistik hingga 25%

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 02 Oktober 2020 19:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 02 320 2287568 tol-laut-bisa-tekan-biaya-logistik-hingga-25-oPniBm9QB4.jpg Tol Laut (Foto: Okezone)

JAKARTA - Biaya logistik di Indonesia terbilang mahal jika dibandingkan dengan negara di kawasan ASEAN. Namun, adanya tol laut diyakini bisa menekan biaya logistik hingga 25%.

Direktur Utama PT Karya Citra Nusantara atau KCN Widodo Setiadi menjelaskan, selama ini banyak orang mengandalkan angkutan darat untuk logistik. Padahal angkutan darat mulai dari infrastruktur hingga muatan sangat terbatas.

Sehingga, angkutan laut bisa menjadi pilihan alternatif, terlebih lagi negara Indonesia kebanyakan kepulauan.

Baca Juga: 6 Fakta Sistem Logistik Nasional, RI Tak Ingin Dilecehkan Singapura

"Contoh kalau truk itu sebesar-besarnya berapa ton paling 45 ton itu pun jalannya rusak. Jadi potensi yang terbesar itu dari laut, laut pakai kapal mau ukuran berapa 10.000 ton, 3.000 ton, bahkan 50 ribu ton, atau super tanker minyak 300 ribu ton. Selama infrastrukturnya memadai, kalau engga kapal juga engga bisa sandar," ujar Widodo, Jumat (2/10/2020). 

Menurut Widodo, adanya tol laut juga momentum memperbaiki infrastruktur dan menghadirkan investasi. Dengan adanya tol laut, mau tak mau pelabuhan di daerah pelosok dikembangkan sehingga bisa menyandarkan kapal yang bermuatan besar.

Baca juga: 4 Pelabuhan Terapkan Sistem Canggih Logistik Nasional

Selain itu, tutur dia, dengan biaya logistik yang murah bakal membuat investor tertarik berinvestasi di Indonesia. 

"Apalagi ada pandemi covid, kalau bicara ekonomi logistiknya harus jalan, Engga mungkin jalan kalau engga ada infrastrukturnya. Dan engga mungkin swasta bangun harus pemerintah dulu, baru turunannya pengusaha, BUMN, swasta," urai dia.

Dalam hal ini, Widodo menambahkan, KCN juga mengambil peran dalam program tol laut ini. Sebab, dengan adanya dermaga yang dikelola KCN, proses bongkar muatan barang curah bisa dikerjakan oleh KCN. 

"Kalau dari Kemenhub, tugasnya KCN kan mendukung pelabuhan Tanjung Priok. Pelabuhan Tanjung priok itu kan internasional itu tak boleh dua jenis barang untuk kegiatan. Contoh Tanjung priok dikhususkan barang kontainer tak boleh barang curah, nah barang curahnya di KCN," tukas dia.

Diketahui, KCN sedang melakukan pembangunan dermaga atau Pier 2 dan Pier 3 Pelabuhan Marunda. Jika Pier 1, 2, dan 3 rampung dibangun, maka KCN bisa melakukan dwelling time di Tanjung Priok dari 6 hari menjadi 2,8 hari. Secara tahunan, pelabuhan yang dikelola KCN, bisa menampung kapasitas kapal dan aktivitasnya sebesar 35 juta ton sampai 40 juta ton.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini