Bank Dunia Ramal Ekonomi RI Minus, Cek 4 Faktanya

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 05 Oktober 2020 08:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 04 320 2288141 bank-dunia-ramal-ekonomi-ri-minus-cek-4-faktanya-jVbuKygEPx.jpeg Krisis Ekonomi (Ilustrasi: Shutterstock)

JAKARTA - Bank Dunia (Word Bank) merilis laporan ekonomi untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik edisi Oktober, From Containment to Recovery. Dalam laporannya, Bank Dunia menyebut bahwa ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh negatif 1,6% tahun ini.

Berikut fakta-fakta mengenai ramalan Bank Dunia ekonomi RI minus Jakarta, Senin (5/10/2020):

Baca Juga: Dampak Trump Positif Covid-19, Investor Kabur 

1. Ekonomi RI Minus Hingga 2%

Dalam skenario terburuk (low case), pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa minus hingga 2%. Prediksi tersebut tercantum dalam tabel yang disajikan Bank Dunia dalam laporannya.

Bank Dunia juga telah memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 4,4% tahun 2021 mendatang (baseline). Namun dalam skenario terburuk, pertumbuhannya mungkin hanya 3% saja (low case).

Baca Juga: Trump Positif Covid-19, Apa Dampaknya ke Pasar Keuangan? 

2. Respons Menkeu Sri Mulyani

Menanggapi ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, adanya perubahan proyeksi ekonomi di dunia dikarenakan risiko Covid-19 yang masih meningkat.

"Kita melihat pertumbuhan ekonomi global telah direvisi untuk 2020 ini yang sebagian terlihat adalah revisinya agak menunjukkan risiko meningkat. Di mana World Bank prediksi minus 5,2%," ujar Sri Mulyani dalam video virtual.

3. Stimulus Berbagai Negara Harus Dimaksimalkan

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut berbagai stimulus oleh berbagai negara, harus bisa dimaksimalkan agar bisa memulihkan ekonomi dunia. Hal ini agar tidak terkontraksi lebih dalam.

"Kalau kita lihat dari proyeksi ini, tentu banyak faktor mempengaruhi. Seperti apakah covid bisa dikendalikan atau terskalasi, ketersediaan vaksin dan gimana program vaksinasi bisa," jelasnya.

4. Indonesia Telah Lakukan Berbagai Langkah

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Indonesia telah lakukan berbagai langkah dengan tantangan Covid-19. Salah satunya menerapkan instrumen fiskal untuk 2020 dan berlanjut di 2021.

"Yaitu bagaimana bisa minimalkan dan mitigasi risiko dan pulihkan ekonomi," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini