Menperin: Verifikasi Izin Impor Gula dan Garam Ketat

Dita Angga R, Jurnalis · Senin 05 Oktober 2020 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 05 320 2288666 menperin-verifikasi-izin-impor-gula-dan-garam-ketat-C8qCmG2tNu.jpg Menteri Perindustrian Agus Gumiwang (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pemerintah memutuskan tetap membuka impor gula dan garam dengan mekanisme yang berbeda. Dimana ke depan impor gula dan garam dilakukan langsung oleh industri pengguna yang mana tak ada lagi peran importir.

Perizinan impor garam dan gula oleh industri pengguna akan dikeluarkan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Baca Juga: Pengusaha Mamin: Kami Butuh 560 Ribu Ton Garam Impor

“Bahwa memang tadi seperti yang disampaikan pak Menko telah diputuskan oleh presiden bahwa perizinan untuk importasi bahan baku gula dan garam industri nanti akan diserahkan kepada kami, Kemenperin,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang seusai rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi), Senin (5/10/2020). 

Agus mengatakan dalam memberikan izin pihaknya akan menggunakan mekansie yang ketat. Selain itu akan melibatkan pihak ketiga.

Baca Juga:  BPPT Siap Bantu Tekan Impor Garam dengan Teknologi

“Kami ingin sampaikan bahwa kami di Kemenperin memiliki mekanisme ketat di dalam verifikasi. Khususnya berkaitan dengan jumlah kebutuhan garam atau gula untuk industri penggunanya. Kami menggunakan dan bekerja sama dengan pihak ketiga yang Sucofindo sehingga hasil verifikasi kami harap menjadi objektif,” ungkapnya.

Lebih lanjut Politikus Partai Golkar itu menegaskan tidak akan membiarkan garam impor untuk industri merembes ke pasaran sehingga mengganggu harga gula dan garam rakyat. Dia pun akan memberikan sanksi tegas bagi industri yang membocorkan gula dan garam impor ke pasaran.

 

“Kami tidak akan membiarkan seperti yang disampaikan pak Menko bahwa bahan baku yang diimpor oleh industri merembes ke pasar sehingga mengganggu petani gula dan garam. Ini akan kami berikan sanksi yang sangat tegas bagi industri yang sudah kami berikan izin impor bahan baku industri, dan malah salah gunakan untuk merembes ke pasar. Akan kami berikan sanksi tegas,” tegasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini