Share

Pengusaha Mamin: Kami Butuh 560 Ribu Ton Garam Impor

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 03 September 2020 11:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 03 320 2271936 pengusaha-mamin-kami-butuh-560-ribu-ton-garam-impor-dfBSKCmJ3G.jpg Garam (Shutterstock)

JAKARTA - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) menyebutkan bahwa masih membutuhkan garam impor untuk kebutuhan industri makanan dan minuman. Adapun garam yang dibutuhkan dari impor hanya sekira 550.000-560.000 ton dan sisanya menggunakan garam lokal.

Ketua Umum GAPMMI Adhi S Lukman menyampaikan, alasan industri membutuhkan garam impor. Hal ini dikarenakan adanya kebutuhan spesifikasi khusus yang dipenuhi oleh garam impor.

 Baca juga: Rugi Rp1.347 Triliun, Restoran di Dunia Hapus Menu Makanan yang Tak Penting

"Misalnya untuk produk-produk tertentu misalnya bumbu-bumbuan itu kadar air maksimum hanya 0,5% untuk menghindari penggumpalan, kemudian untuk kadar NHCL di atas 98%, ini yang kita harapkan bisa dipenuhi di dalam negeri, tapi ternyata dalam negeri belum bisa memenuhi, ujar Adhi dalam acara Market Review IDX Channel, Kamis (3/9/2020).

Adhi menambahkan, pihaknya saat ini membeli garam lokal dari PT Garam (Persero) dan juga petani, dimana Gapmmi bisa membeli sekitar 190.000-200.000 ton dari PT Garam dan juga ada beli langsung dari beberapa petani yang diolah kembali tapi jumlahnya relatif kecil.

 Baca juga: Industri Mamin Anjlok, Pengusaha Jaga Mata Rantai Pasokan di Market Place

"Nah yang kami butuhkan 550.000 ton itu setahun dan pada semester I kemarin sudah diberikan izin impor itu 219.000 ton, kemudian semester II sudah diberikan izin oleh pemerintah sekitar 203 ton, jadi masih di bawah permintaan kami sedangkan rekomendasi total dari Kementerian Perindustrian 532.000 ton," kata dia.

Selain itu, pihaknya juga mendapatkan informasi bahwa ada kemungkinan produksi garam dalam negeri akan turun karena kebutuhan total garam di Indonesia termasuk untuk kimia, tekstil, dan sebagainya rata-rata sekitar 4,4 juta ton dan perkiraan produksi tahun lalu 2,9 juta ton.

 Baca juga: Ekspor Tembus USD27,28 Miliar, Menperin Ingin Jadikan Industri Mamin Top Global

Lalu, dari beberapa informasi yang didapat karena masih terjadi hujan di daerah penghasil utama seperti Madura dan lainnya diperkirakan produksi garam akan turun 1,4 sampai 1,5 juta ton.

"Ini yang harus kita antisipasi, oleh sebab itu saya mengingatkan kepada pemerintah jangan sampai terjadi kekurangan garam seperti yang terjadi beberapa tahun lalu sehingga pada saat itu sempat mengganggu industri makanan dan minuman dalam berproduksi," tuturnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini