Rugi Rp1.347 Triliun, Restoran di Dunia Hapus Menu Makanan yang Tak Penting

Natasha Oktalia, Jurnalis · Senin 29 Juni 2020 17:52 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 29 320 2238336 rugi-rp1-347-triliun-restoran-di-dunia-hapus-menu-makanan-yang-tak-penting-UjBQyqP76a.jpg Menu Makanan Dihapus (Foto: Okezone)

JAKARTA - Sektor industri restoran terpukul akibat pandemi virus corona atau Covid-19. Guna menekan penyebaran virus corona, industri restoran harus rela kehilangan USD94 miliar atau setara Rp1.347,9 triliun (kurs Rp14.340 per USD) karena berhenti beroperasi.

Penjualan makanan dan minuman di restoran kehilangan Rp1.347,9 triliun dari Maret hingga Mei 2020. Demikian hasil survei National Restaurant Association.

Baca Juga: Kekayaan 7 Miliarder Indonesia Meningkat Tajam di Tengah Corona 

Pembukaan kembali kegiatan ekonomi juga belum berdampak pada industri restoran. Perampingan menu adalah cara untuk mengurangi biaya produksi yang besar dan mendorong menu yang lebih sederhana. Cara ini lebih populer dan sangat penting untuk menghemat pengeluaran bagi pelaku industri restoran di masa pandemi covid-19.

Seperti yang dilakukan oleh restoran asal AS, Denny’s yang menghapuskan beberapa menu yang dinilai kurang efisien di masa seperti ini.

"Ketika kami menyadari dampak pandemi tersebut, kami dengan cepat memobilisasi untuk membuat menu yang efisien," kata Chief Brand Officer Denny's John Dillon dilansir CNN, Jakarta, Senin ( 29/06/2020 ).

Cara lain juga dilakukan oleh IHOP atau International House of Pancakes. Sebelumnya restoran tersebut memiliki 12 halaman menu yang ditawarkan, sekarang IHOP sendiri menyediakan menu sekali pakai, hanya menyediakan item-item produk yang populer di mata konsumen dan mengganti item-item yang jarang dipesan oleh customer

Baca Juga: Bos Facebook Kehilangan Gelar Orang Terkaya Ketiga di Dunia 

Hal tersebut dilakukan agar tidak membuang bahan-bahan yang tidak terpakai. Restoran makanan siap saji seperti McDonald’s juga beralih ke beberapa menu terbatas pada bulan April, dimaksudkan untuk membantu menyederhanakan operasi restoran dan meningkatkan pengalaman bagi konsumen.

Seperti yang dilaporkan oleh Wall Street Journal, beberapa item yang dihapus McDonald’s di antara lain adalah salad, bagel, yogurt, dan sarapan selama masa krisis. Ide untuk membawa kembali beberapa item yang diberikan sudah direncanakan untuk musim panas kali ini.

Selama masa pandemi terjadi, restoran dan sejumlah tempat lainnya terpaksa harus ditutup untuk mendukung kegiatan pemerinta mengenai social distancing guna mencegah penularan virus Covid-

Pengganguran terjadi bahkan meningkat dan sebagian besar orang memilih untuk berhenti makan di restoran karena dianggap terlalu mahal untuk masa masa seperti sekarang.

Faktor lain yang membuat orang enggan untuk mengunjungi restoran adalah kekhawatiran akan contact fisik yang akan terjadi. Restoran sendiri harus mengurangi jumlah kapasitas pengunjung dan membuat jarak yang cukup jauh antar individu.

Biaya operator yang melonjak akibat restoran tersebut harus mengeluarkan budget tersendiri untuk membayar sejumlah alat pelindung diri untuk pekerja, seperti hand sanitizer, tissue bahkan mengganti sistem pembayaran menjadi cashless. Salah satu cara yang jelas untuk mengatasi biaya yang lebih tinggi adalah dengan memberikannya kepada pelanggan melalui harga yang lebih tinggi.

"Apa yang benar-benar dibenci restoran adalah menambahkan biaya dan melakukan hal-hal yang membuat pelanggan frustrasi," kata Sean Kennedy, Wakil Presiden Eksekutif National Public Association Association for Public Affairs.

Salah satu kemungkinan yang akan terjadi tetang kenaikan harga makanan ini adalah, para pelanggan akan berpindah ke pesaing makanan lainnya atau memilih untuk makan hidangan rumah.

Jauh sebelum adanya pandemi yang ada seperti saat ini, hal tersebut mengenai pemangkasan menu untuk mengurangi biaya sudah kerap dilakukan.

Seperti yang dilakukan oleh McDonald’s pada tahun lalu, mengurangi late night menu dan meninggalkan salah satu varian burger demi membantu mempercepat layanan.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini