Setelah Megatransaksi BCA, Ini 6 Fakta Bank Permata Naik Kelas

Rani Hardjanti, Jurnalis · Minggu 11 Oktober 2020 08:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 278 2291164 setelah-megatransaksi-bca-ini-6-fakta-bank-permata-naik-kelas-QwS6BeVpp7.jpeg saham (Shutterstock)

JAKARTA - Emiten perbankan masih terus memberikan kabar menarik untuk disimak. Setelah pekan lalu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) secara resmi telah mengakuisisi seluruh saham PT Bank Interim Indonesia, kini giliran PT Bank Permata Tbk (BNLI) yang memberikan kabar, yakni naik kelas menjadi bank dengan status Buku IV.

Peringkat yang naik tersebut merupakan imbas dari Bank Permata yang akhirnya dicaplok oleh Bank Bangkok. Ya, aksi korporasi tersebut berimplikasi luas bagi Bank Permata. Total BNLI kini modal lebih dari Rp30 triliun dan rasio modal lebih dari 30%.

Selain itu, investor pun ikut sumringah. Pada perdagangan sesi kedua Jumat (9/10/2020) pukul 15.06 WIB, saham mengalami kenaikan hingga 25% ke level Rp1.975 per lembar saham.

Baca Juga : 7 Fakta Megatransaksi BCA Akusisi Bank Interim Rp643,65 Miliar

Bagaimana fakta-fakta di balik aksi korporasi tersebut? Berikut seperti dirangkum Okezone, Minggu (11/10/2020).

1. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan persetujuan prinsip atas rencana Integrasi Bank Permata dengan Bangkok Bank (kantor cabang Indonesia). Rencananya realisasi rencana integrasi tersebut ditargetkan akan diselesaikan pada Desember 2020.

 Baca juga: Diakuisisi Bank Bangkok, Permata Langsung Ganti Komisaris Utama

2. Persetujuan OJK kepada Bangkok Bank Public Company Limited tersebut terkait rencana akuisisi 89,12% kepemilikan saham atas Bank Permata yang telah diselesaikan pada tanggal 20 Mei 2020 silam.

3. Dengan adanya aksi korporasi tersebut maka Bank Permata memenuhi persyaratan regulasi untuk menjadi salah satu bank Buku IV di Indonesia dengan total modal lebih dari Rp30 triliun dan rasio modal lebih dari 30%.

4. Integrasi kedua bank akan ditandai dengan pengalihan aset berkualitas baik dan liabilitas tertentu Bangkok Bank Kantor Cabang Indonesia secara hukum kepada Bank Permata, dan selanjutnya dilakukan pencabutan izin usaha Bangkok Bank Kantor Cabang Indonesia dalam waktu dua tahun sejak tanggal efektif Integrasi.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini