IMF: Lockdown Dicabut Tak Akan Pulihkan Ekonomi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 09 Oktober 2020 11:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 320 2290903 imf-lockdown-dicabut-tak-akan-pulihkan-ekonomi-tAukl4PQik.jpg Lockdown (Shutterstock)

JAKARTA - Lockdown atau karantina sebuah negara tak akan efektif dalam hal pemulihan ekonomi. Karena kunci untuk memperbaiki perekonomian negara di tengah Pandemi Covid-19 adalah menurunkan angka kasus baru virus corona.

"Lockdown mengeluarkan biaya jangka pendek tetapi dapat menyebabkan pemulihan ekonomi yang lebih cepat karena mereka menurunkan infeksi dan dengan demikian meningkatkan aktivitas sosial," tulis peneliti International Monetary Fund (IMF) Francesco Grigoli dan Damiano Sandri dalam sebuah posting blog seperti yang dilansir dari dari businessinsider, Jumat (9/10/2020).

 Baca juga; Dahsyat, Negara di Seluruh Dunia Rugi USD15 Triliun Akibat Covid-19

Berdasarkan data google mobility dan informasi lowongan pekerjaan di 128 negara, IMF menemukan bahwa karantina wilayah atau pembatasan sosial menyebabkan penurunan permintaan dan aktivitas tenaga kerja.

Bagi penduduk di negara-negara maju tak mempermasalahkan kebijakan karantina wilayah atau pembatasan sosial. Sebab, mereka bisa melaksanakan pekerjaan dari rumahnya. Namun, hal itu menjadi persoalan untuk negara berkembang dan miskin, karena warganya tetap harus ke luar rumah untuk mendapatkan uang.

 Baca juga: Tak Tahan Lawan Corona, Jaringan Restoran Besar AS Ajukan Pailit

"Data tersebut harus memperingatkan pembuat kebijakan agar tidak mencabut tindakan penguncian sebelum waktunya sebelum tingkat infeksi cenderung lebih rendah. Mengatasi risiko kesehatan tampaknya menjadi prasyarat untuk memungkinkan pemulihan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan," ujarnya.

Sebagian besar pengamat ekonomi di Amerika Serikat telah mendukung pernyataan tersebut, karena saat awal musim panas lalu terjadi peningkatan kasus yang signifikan akibat keputusan pencabutan lockdown. Alhasil, kasus Covid-19 kembali menjadi tren yang lebih tinggi dan mengancam untuk membalikkan pemulihan ekonomi yang masih berjalan lamban.

 Baca juga: IMF: Krisis Ekonomi Gegara Covid-19 Tak Seburuk Perkiraan tapi...

Sebelumnya, Managing director IMF Kristalina Georgieva mengatakan, meskipun PDB meningkat pada kuartal terakhir, namun pemulihan ekonomi ekonomi hanya berjalan parsial dan tidak merata.

"Stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya dari pemerintah dan bank sentral akan mendorong utang publik global menjadi 100% dari PDB dunia untuk pertama kalinya pada tahun 2020," kata Kristalina, Selasa 5 Oktober 2020.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini