Suntikan Likuiditas Perbankan Rp666 Triliun, Bos BI: Sudah Cukup

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 09 Oktober 2020 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 09 320 2291005 suntikan-likuiditas-perbankan-rp666-triliun-bos-bi-sudah-cukup-Hryx0I9iVV.jpg Perry Warjiyo (Foto: Bank Indonesia)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) terus memberikan relakasi pada perbankan. Hal ini agar dapat mengantisipasi dampak virus Corona atau Covid-19.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan tdlah melakukan quantitative easing (QE) dengan suntikan dana sebesar Rp666 triliun sejak awal tahun hingga awal Oktober 2020.

Baca juga:  Krisis Ekonomi, Likuiditas Bank Swasta Mengkhawatirkan

Angka ini tercatat naik Rp4 triliun dibandingkan dengan total suntikan pada akhir September 2020 yang sebesar Rp666,1 triliun.

"Likuiditas mencapai Rp666 triliun. Sehingga perbankan likuidiasi lebih dari cukup. Insya Allah akan bisa ke depannya mempercepat penyaluran kredit," ujar Perry dalam acara Webinar, Jumat (9/10/2020).

Baca juga: Marak Kejahatan Digital, Perbankan Dunia Rugi Rp2.547 Triliun

Dia melanjutkan likuiditas perbankan kini sudah lebih dari cukup. Makanya, dengan suntikan ini berharap penyaluran kredit bisa dipercepat ke depannya.

Sebagai informasi, suntikan likuiditas itu dilakukan melalui pembelian surat berharga nasional (SBN) dari pasar sekunder, penyediaan likuiditas ke perbankan dengan mekanisme term-repurchase agreement (repo), dan penurunan giro wajib minimum (GWM).

" Restrukrisasi kredit ekonomi akan baik. mematching ketersediaan menyalurkan kredit dan permintaan dunia usaha," tandasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini