Cerita Warren Buffett Telepon Menkeu Era Bush saat Krisis 2008

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 12 Oktober 2020 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 320 2292167 cerita-warren-buffett-telepon-menkeu-era-bush-saat-krisis-2008-f6xK70ERmb.jpg Dolar (Shutterstock)

JAKARTA - Warren Buffett menelfon Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Hank Paulson dengan ide stimulus pada krisi keuangan 2008 lalu. Dengan stimulus tersebut bisa menyelamatkan ekonomi Amerika Serikat dari krisis keuangan yang lebih parah.

CEO Berkshire Hathaway menghubungi Menteri Keuangan Hank Pulson pada tengah malam seperti pada sebuah film dokumenter yang rilis pada 2018 yang berjudul "Panic: The Untold Story of the 2008 Financial Crisis".

 Baca juga: Debat Capres AS Memanas, Investor Menanti Stimulus Rp32.560 Triliun

"Hank, ini Warren," kata Buffett. Paulson pun menjawab dengan grogi dengan keadaan lelah "Ibuku punya seorang tukang bernama Warren, mengapa dia meneleponku?"

Buffett menelepon tentang Troubled Asset Relief Program (TARP), yang mengizinkan Departemen Keuangan untuk membelanjakan USD700 miliar atau sekitar Rp10.307 triliun (mengacu kurs Rp14.700 per USD) untuk membeli aset bermasalah dari bank. Anggota parlemen pun mengesahkannya dalam upaya untuk menopang sistem keuangan

Mengingat Wachovia dan Washington Mutual yang telah jatuh. Keduanya merupakan kegagalan bank terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Oleh karena itu, Bos Berkshire menyarankan pemerintah berinvestasi langsung di bank daripada hanya membeli aset merek.

 Baca juga: Pengangguran di AS Dapat 'Gaji' Rp4,45 Juta per Minggu

"Dia memaparkan ide yang merupakan benih dari apa yang kami lakukan," kata Paulson dalam film dokumenter itu mengutip dari Business Insider, Senin (12/10/2020).

Kemudian pada hari seninnya, Paulson langsung mengumpulkan para bos Bank terbesar di negara tersebut. Dia membujuk mereka untuk menerima miliaran uang tunai dari pemerintah. Paulson bahkan akan menahan bantuan di masa mendatang jika para bos Bank terbesar di Amerika Serikat terseby menolaknya.

Departemen Keuangan akhirnya menyalurkan dana ke lebih dari 700 lembaga keuangan sebagai bagian dari Program Pembelian Modal. Sebagai gantinya, ia menerima saham preferen yang membayar dividen atau sekuritas hutang yang sehat.

Dirinya juga mengamankan waran yang memungkinkannya untuk membeli saham perusahaan dengan harga tetap di masa depan. Gal uni untuk memanfaatkan keuntungan dari pemulihan mereka dengan imbalan mempertaruhkan uang pembayar pajak.

Kesepakatan itu setidaknya sebagian meniru dana talangan Buffett dari Goldman Sachs beberapa minggu sebelumnya. Investor menyerahkan bank USD5 miliar atau sekitar Rp73,5 triliun sebagai imbalan atas saham preferen yang membayar dividen tahunan 10% serta waran saham.

Mantan Presiden George W Bush memuji program perbankan tersebut. Dan menurutnya hal tersebut bisa menyelamatkan ekonomi Amerika Serikat dari depresi.

“Mungkin bailout finansial terbesar yang pernah ada" dalam film dokumenter itu, menambahkan bahwa program itu mungkin menyelamatkan depresi,” ucap Bush.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini