7 Cara Hindari Mafia Tanah

Safira Fitri, Jurnalis · Senin 12 Oktober 2020 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 12 470 2292385 7-cara-hindari-mafia-tanah-w9dJT19bJT.jpg Tips Hindari Mafia Tanah. (Foto: Okezone.com/Kementan)

Serta memberikan kepastian hukum hak atas tanah, jelas batas bidang tanahnya dengan koordinat yang valid, tertera nama pemilik yang sesuai dengan e-KTP, data subjek dan objek tanah tersimpan dalam pusat data Kementerian ATR/BPN, mencegah terjadinya sengketa tanah.

Sebab, sertifikat juga dapat memberikan akses permodalan dengan dijadikan jaminan di sebuah bank.

Keenam, jangan lupa bayar pajak. Dalam transaksi jual beli tanah, penjual dan pembeli dikenakan pajak, yakni penjual tanah dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 2,5% dikalikan NJOP/harga jual. Kemudian, pembeli tanah dikenakan pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 5% dikalikan NJOP/harga jual-NPTKP.

Ketujuh, perlunya AJB yang dibuat di hadapan PPAT. Penjual dan pembeli setelah sepakat harga tanah membuat akta jual beli di hadapan PPAT, dalam keadaan tertentu sehungga belum terpenuhinya syarat jual beli maka dibuat PPJB dihadapan Notaris dan setelah semua persyaratan terpenuhi dibuat AJB dihadapan PPAT.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini