Travel Corridor Arrangement Singapura-Indonesia, Angin Segar bagi Pebisnis

Rani Hardjanti, Jurnalis · Selasa 13 Oktober 2020 12:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 320 2292799 travel-corridor-arrangement-singapura-indonesia-angin-segar-bagi-pebisnis-mZ1KXNhMSl.jpg Singapura (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Angin segar tengah berhembus pagi para investor atau pebisins Indonesia yang memiliki kegiatan usaha di Singapura. Pasalnya Indonesia dan Singapura telah menandatangani Travel Corridor Arrangement.

Indonesia dan Singapura telah sepakat membuka Pengaturan Koridor Perjalanan (Travel Corridor Arrangement/TCA) menyusul negosiasi antara kedua negara. Pengaturan Garis Hijau Timbal Balik (Reciprocical Green Line/RGL) itu diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Senin (12/10/2020) kemarin.

 Baca juga: Singapura Longgarkan Perjalanan Bisnis, Bursa Strait Times Menguat Tajam

Direktur Utama Anugerah Mega Investama Hans Kwee, kesepakatan kedua negara menjadi indikator positif bagi pebisnis. Apalagi bagi mereka yang memiliki portofolio maupun proyek bisnis.

"Singapura kan negara yang didominasi sektor jasa. Jadi apa bila berbisnis, membutuhkan untuk datang ke Singapura," ujarnya kepada Okezone, Selasa (13/10/2020).

 Baca juga: Pulihkan Ekonomi, Singapura Tambah Anggaran Stimulus Rp85,8 Triliun

Sehingga, lanjut dia, apabila ada kelonggaran maka akan menjadi dampak positif bagi bisnis.

Berdasarkan pantauan Okezone, Selasa (13/10/2020), Index Strait Times naik 1,98% atau 50,37% ke posisi 2.589,65.

Pada pembukaan, indeks terpantau di level 2.526,97. Selama perdagangan berada di rentang harian 2.579,61 - 2.596,41.

 Baca juga: Waspada Resesi Makin Parah, Ekonomi Singapura Kuartal III Diprediksi Minus 7,6%

Kondisi ini lanjutnya, juga sejalan dengan pernyataan World Bank atau Bank Dunia yang mendukung pelonggaran lockdwon.

Sebelumnya, Bank Dunia pernah mengungkapkan semua negara di regional Asia Pasifik telah mengimplementasikan dukungan kebijakan makroekonomi yang besar untuk memitigasi dampak ekonomi dari wabah Covid-19.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini