Program Kartu Prakerja Diklaim Tepat Sasaran, Apa Benar?

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 14 Oktober 2020 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 320 2293442 program-kartu-prakerja-diklaim-tepat-sasaran-apa-benar-yrqaE1UqnG.jpg Kartu Prakerja (Foto: Okezone)

JAKARTA - Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja dinilai sudah sangat tepat sasaran. Hal tersebut dinilai dari pemberian insentif hingga pelaksanaan pelatihan dari program kartu prakerja.

Direktur Eksekutif PMO Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan. hingga saat ini ada 1,2 juta penerima manfaat program kartu prakerja. Dari jumlah tersebut, 87% menyasar pengangguran.

Tak hanya itu, mayoritas peserta juga merupakan generasi muda yang berdasarkan data ada sekitar 79% peserta memiliki usia 18 hingga 35 tahun. Sementara peserta dengan usia di atas 55 tahun kontribusinya hanya sebesar 2% saja.

Yang lebih menggembirakan, 87% memiliki latar belakang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) ke atas. Menurutnya, hal tersebut menjadi kabar gembira bagi pemerintah, karena para generasi muda ini memiliki prospek yang panjang untuk lebih berkontribusi pada perekonomian negara.

“Peserta, banyak yang ragu tepat apa enggak. Kami sampaikan tepat sasaran. Mereka adalah kalangan muda yang masih panjang kontribusinya ke ekonomi. Mayoritas anak muda, pendapatan relatif rendah,” ujarnya dalam diskusi virtual, Rabu (14/10/2020).

Menurut Denni, mereka yang mengikuti program kartu prakerja juga bukan hanya dari kalangan pengangguran. Tapi ada beberapa juga yang sudah bekerja sebagai pekerja informal.

Berdasarkan data, para pendaftar atau peserta kartu pra kerja, 81% bekerja di sektor informal dengan rata-rata penghasilan hanya Rp1,3 juta saja. Dengan mengikuti program kartu prakerja, bisa mendapatkan pelatihan dan juga insentif Rp600.000 untuk meringankan beban.

Apalagi tidak semua peserta masih single atau belum menikah. Karena berdasarkan data survei, ada 79% peserta yang memiliki tanggungan.

“Dari yang mengatakan saya bekerja 81% di sektor informal. Rata-rata pendapatan Rp1,3 juta. Sehingga Rp600 ribu itu membantu. 79% punya tanggungan. Enggak sepenuhnya single,” jelasnya

Tak hanya klaim sepihak, para peserta kartu prakerja juga menilai pelatihan yang dilakukan bermanfaat. Hal ini diketahui dari hasil survei yang diisi oleh para peserta kartu prakerja.

Pengisian survei sendiri dilakukan setelah pelatihan dan pencairan insentif dilakukan. Tujuannya agar para peserta kartu pra kerja kni bisa mengisi survei dengan jujur tanpa takut uang insentifnya dikurangi.

“Pelatihan bermanfaat karena dipakai data survei, dijawab Rp1,2 juta. Jadi mereka sudah experience jawab survei. Mereka jawab itu setelah dapat insentif,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini