JAKARTA - Manajemen Pelaksana (PMO) Program Kartu Prakerja telah mencairkan insentif kepada 1,2 juta peserta. Pencairan dana tersebut dilakukan kepada para peserta yang sudah selesai mengikuti pelatihan.
Direktur Eksekutif PMO Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari mengatakan, berdasarkan data dari 5 Agustus hingga 26 September ada sekitar 1,2 juta penerima insentif program kartu prakerja. Dari jumlah tersebut, sebagian besar insentif digunakan untuk membeli kebutuhan pokok.
"Penerima kartu prakerja menjawab insentif digunakan untuk membeli bahan pokok," ujarnya dalam diskusi virtual, Rabu (14/10/2020).
Denni memaparkan, berdasarkan data dari hasil survei 96% peserta kartu prakerja menggunakan insentif untuk membeli bahan pangan. Kemudian 75% memilih menggunakan insentif untuk membayar listrik.
Selain itu, 67% memilih menggunakan insentif untuk membeli bensin atau solar. Kemudian 65% di antaranya menggunakan insentif untuk membeli pulsa atau paket internet.
Lalu ada juga yang menggunakan insentif untuk transportasi yakni sebesar 57%. Selain itu, ada juga yang menggunakan sebagai modal usaha untuk modal usaha baru.
"Ini program kartu prakerja insentif itu digunakan untuk membeli bahan makanan , kemudian untuk bayar listrik, kemudian untuk usaha permanen," jelasnya.