Selain Covid-19, Erick Thohir Bahas Vaksin SARNA dengan Inggris

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Rabu 14 Oktober 2020 22:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 320 2293776 selain-covid-19-erick-thohir-bahas-vaksin-sarna-dengan-inggris-BvIF53XEaO.jpg Erick Thohir (Foto: KBUMN)

JAKARTA - Pemerintah Indonesia tengah menggodok pengembangan penelitian, pendidikan dan inovasi terkait dengan pengembangan platform vaksin self-amplifying RNA atau SARNA. Vaksin ini ditujuhkan untuk mencegah dan mengendalikan penyakit menular.

Pengembangan ini menjadi salah satu poin penting kunjungan Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Inggris. Untuk mempermudah pengembangan platform vaksin RNA atau SARNA, perwakilan pemerintah Indonesia melakukan pertemuan dengan ICL dan VGH.

Retno mengatakan, selain bertujuan mencegah dan mengendalika penyakit menular, kerja sama juga bertujuan untuk meningkatkan teknologi kesehatan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kesehatan.

"Vaksin SARNA ini memiliki arti penting karena memungkinkan pengembangan unit manufaktur modular atau pop up yang dapat memastikan akses cepat atas vaksin di mana pun di dunia," ujar Retno, Jakarta, Rabu (14/10/2020).

Selain itu, selama kunjungan Delegasi Indonesia di London, hasil pertemuan dengan sejumlah pihak membuahkan hasil yang baik. Hasil itu di antaranya, pertama, Indonesia telah mengamankan tambahan kebutuhan vaksin untuk Indonesia dari AstraZeneca.

Kedua, sambut baik laporan due diligence CEPI terhadap Bio Farma yang mengatakan hasilnya sangat baik. Selain pengakuan terhadap kapasitas dan kualitas Bio Farma, hasil due diligence ini akan membuka pintu bagi Bio Farma untuk melebarkan networking kerja sama internasional.

Ketiga, sebagai salah satu bentuk dukungan Indonesia terhadap penyediaan akses vaksin bagi semua atau vaccine for all, Indonesia telah menyampaikan rencana kontribusi terhadap CEPI.

Keempat, berbagai pertemuan di London juga sangat bermanfaat bagi upaya pemerintah untuk memperkuat health security dan kemandirian Indonesia dalam menghadapi infectious diseases masa depan dalam kerja sama teknis dengan CEPI dan ICL.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini