Bank Dunia: 1 Miliar Anak di Negara Berkembang Terancam Putus Sekolah

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 320 2293934 bank-dunia-1-miliar-anak-di-negara-berkembang-terancam-putus-sekolah-8YdtynR0sW.jpg Dampak Pandemi Virus Corona. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Pandemi virus corona tak hanya berdampak sektor kesehatan dan ekonomi, bidang pendidikan turut terkena efeknya. Bahkan, diprediksi sebanyak 1 miliar anak di negara berkembang akan putus sekolah akibat wabah tersebut.

“Pembelajarannya mundur. Itu adalah masalah khusus di negara berkembang. Kami pikir ada 1 miliar anak putus sekolah di negara berkembang menunggu, sungguh, untuk pemulihan berlangsung. Jadi jika ada gelombang kedua, itu menjadi perhatian," kata President World Bank David Malpass, dilansir dari CNBC, Kamis (15/10/2020).

Dia menekankan, dibutuhkan penanganan pandemi secara serius melalui pengembangan vaksin dan beberapa terapi. Sebab, bila tak mampu menyudahi wabah ini, maka diperkirakan bakal ada penambahan sebanyak 150 juta orang jatuh ke dalam garis kemiskinan pada tahun 2021.

Baca Juga: Bank Dunia Batasi Karyawan yang Bekerja di Jakarta

Kondisi kemiskinan yang sangat parah di dunia karena pandemi dan penutupan," katanya.

Dia menambahkan, pemulihan ekonomi akibat dampak Covid-19 yang tidak merata sedang terjadi di beberapa negara yang ada di belahan dunia.

“Selain China, banyak negara berkembang lebih buruk dari yang diperkirakan sebelumnya, jadi proses pemulihan yang tidak setara ini sedang berlangsung,” katanya.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Covid-19 Menggerus Ekonomi Global USD8,8 Triliun

Selain itu, pemulihan ekonomi menghadapi tantangan berat bagi negara miskin dengan padat penduduk seperti India, Ethiopia dan Nigeria. Dia juga merujuk Zambia, yang pemerintahnya telah meminta penundaan pembayaran obligasi.

Menurut dia, diperlukan sebuah solusi jangka panjang untuk membantu negara-negara berkembang itu terbebas dari pandemi.

“Kami berfokus pada penyediaan sumber daya bersih tambahan. Itu membantu. Juga membantu negara-negara menemukan cara untuk menarik investasi sektor swasta dan kemudian, yang paling penting, proses pengurangan utang ini,” katanya.

Dia mengatakan, Bank Dunia telah memberikan kucuran dana miliaran dolar ke beberapa negara berkembang dalam memulihkan ekonomi setelah terkena krisis.

"Mencoba membuat kreditor menyadari bahwa itu adalah kepentingan jangka panjang mereka dan kepentingan dunia untuk mengurangi stok utang yang sebenarnya guna menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi beberapa negara termiskin," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini