Sri Mulyani: Tinggal di Rumah Sehat Jadi Kebutuhan

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 15 Oktober 2020 16:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 15 470 2294207 sri-mulyani-tinggal-di-rumah-sehat-jadi-kebutuhan-ueONJ3dk5z.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Instagram SMIndrawati)

JAKARTA - Pemerintah tengah berjuang mengatasi masalah defisit atau backlog perumahan. Di mana, disebabkan tidak seimbangnya antara pasokan (suplai) dan permintaan (kebutuhan).

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pemerintah menyadari bahwa tinggal di rumah sehat itu merupakan suatu kebutuhan dan hak yang penting bagi masyarakat.

 Baca juga: Wow, Banyak Orang Indonesia Beli Properti di Australia

"Berdasarkan data dari Kementerian PUPR, backlog perumahan mencapai lebih dari 7,6 juta unit pada awal 2020. Sebagian besar merupakan kebutuhan dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," kata Sri Mulyani dalam diskusi virtual, Kamis (15/10/2020).

Dia melanjutkan Backlog ini merupakan suatu kebutuhan untuk memenuhi perhitungan ideal, bahwa satu rumah ditempati satu rumah tangga atau keluarga.

 Baca juga: Industri Properti Terpukul Corona, Semakin Parah jika RI Resesi

"Terkait permasalahan ini kita masih melihat kebutuhan rumah baru yang meningkat sekitar 800 ribu unit per tahunnya," katanya.

Dia menambahkan membutuhkan seluruh ekosistem dan pemangku kepentingan sektor perumahan untuk bisa bergerak. Setta dalam meningkatkan nilai tambah hunian yang layak.

"Selain itu masalah di sektor konstruksi perumahan adalah masalah standar keandalan bangunan," katanya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini