Dia melanjutkan, tidak terserapnya hasil produksi petani perlu perhatian serius bagi pemerintah. Jika hasil produksi tidak terjual, petani tidak punya modal melanjutkan usaha tani. Kontinuitas produksi pangan bisa menjadi terancam.
"Memang ada upaya sporadis dari Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah tetapi sangat sporadis dan tidak terstruktur. Itulah kenapa dalam tiga bulan berturut-turut kita mengalami deflasi yang disumbang oleh harga barang yang bergejolak atau volatile foods, produk ternak, dan hortikultura," jelasnya.
Guru Besar Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa mengatakan, sektor pertanian masih mampu tumbuh positif sebesar 16,24% (q-to-q) dan 2,19% (yoy) pada kuartal II/2020 meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 5,32%.
"Walaupun sektor pertanian masih positif tapi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya itu turun juga. Data dari tahun ke tahun juga menunjukkan jumlah pekerja di sektor pertanian terus mengalami penurunan," tuturnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.