Begini Cara agar Petani Untung dari Pencairan Bansos

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Jum'at 16 Oktober 2020 14:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 320 2294708 begini-cara-agar-petani-untung-dari-pencairan-bansos-imXjqm1ZSF.jpg Petani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp695,2 triliun belum ada sepeserpun skema khusus yang dialokasikan untuk petani. Hal ini disampaikan Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia Khudori.

"Dari Rp695 triliun dana PEN, sebesar Rp110 triliun merupakan jaringan pengaman sosial (JPS), baik yang baru maupun perluasan yang sudah ada. Ditambah eksisting Program Keluarga Harapan dan Program Sembako, tetapi tidak ada yang dialirkan secara khusus untuk petani," ujarnya dalam webinar, Jumat (16/10/2020).

Menurut Khudori, produksi pangan sejauh ini relatif baik dan belum serius terganggu oleh Covid-19. Hal ini karena Indonesia diuntungkan kemarau basah.

"Semua bantuan yang sekitar Rp167 triliun ini berupa pangan dan kebutuhan pokok, tetapi produksi petani tidak terserap. Mestinya ini bisa dikoneksikan agar dana PEN ini yang sebagian besar bansos dimanfaatkan menyerap produk petani," ungkapnya.

Baca Juga: Antisipasi Bencana, Sri Mulyani Finalisasi Asuransi Pertanian 

Dia melanjutkan, tidak terserapnya hasil produksi petani perlu perhatian serius bagi pemerintah. Jika hasil produksi tidak terjual, petani tidak punya modal melanjutkan usaha tani. Kontinuitas produksi pangan bisa menjadi terancam.

"Memang ada upaya sporadis dari Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah tetapi sangat sporadis dan tidak terstruktur. Itulah kenapa dalam tiga bulan berturut-turut kita mengalami deflasi yang disumbang oleh harga barang yang bergejolak atau volatile foods, produk ternak, dan hortikultura," jelasnya.

Guru Besar Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa mengatakan, sektor pertanian masih mampu tumbuh positif sebesar 16,24% (q-to-q) dan 2,19% (yoy) pada kuartal II/2020 meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 5,32%.

"Walaupun sektor pertanian masih positif tapi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya itu turun juga. Data dari tahun ke tahun juga menunjukkan jumlah pekerja di sektor pertanian terus mengalami penurunan," tuturnya.

 

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini