Antisipasi Bencana, Sri Mulyani Finalisasi Asuransi Pertanian

Dita Angga R, Jurnalis · Selasa 13 Oktober 2020 14:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 13 320 2292908 antisipasi-bencana-sri-mulyani-finalisasi-asuransi-pertanian-LCm0aWgsBo.jpg Menko Luhut soal Asuransi Pertanian (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah saat ini tengah mempersiapkan skema asuransi untuk pertanian dan perikanan yang terdampak bencana.

Hal ini bersamaan dengan peringatan BMKG bahwa dalam beberapa waktu ke depan curah hujan di Indonesia akan tinggi, sehingga potensi bencana hidrometeorologi akan meningkat.

Salah satu bencana hidrometeorologi adalah banjir. Adanya bencana banjir bisa mengancam hasil panen pertanian dan perikanan.

“Ibu Sri Mulyani sudah menjelaskan bahwa sekarang sudah dibuat satu fund untuk itu (pertanian dan perikanan). Memang masih difinalisasi. Sehingga kalau ada bencana asuransi ini bisa membantu," katanya seusai rapat terbatas, Selasa (13/10/2020).

Pada kesempatan itu Luhut mengingatkan bahwa curah hujan Indonesia bisa naik hingga 40% dari biasanya. Hal ini karena adanya La Nina.

“Nah dilaporkan tadi adalah bahwa selama 6 bulan ke depan ini, itu karena La Nina di Pasifik itu akan berpengaruh hujan di Indonesia. Dan hujan di Indonesia ini akan, curahnya akan bisa naik sampai 40%. Dan itu membuat supaya kita melakukan antisipasi,” ujarnya.

Dia mengatakan BMKG juga mengingatkan potensi terjadinya multi bencana. Seperti banjir, gempa dan tsunami.

“Nah itu perlu diantisipasi. Karena itu, presiden khususnya mengingatkan kami untuk betul-betul melihat semua laporan BMKG sebagai landasan kita bekerja. Karena dengan itu nanti kita akan bisa mengurangi kemungkinan-kemungkinan keterlambatan kita dalam menangani kalau terjadi peristiwa semacam itu,” pungkasnya.

Presiden Jokowi Pimpin Ratas Korporasi Petani dan Nelayan dalam Mewujudkan Transformasi Ekonomi

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini