BI Nilai Pasar Keuangan Indonesia Masih Dangkal

Rina Anggraeni, Jurnalis · Jum'at 16 Oktober 2020 14:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 16 320 2294718 bi-nilai-pasar-keuangan-indonesia-masih-dangkal-IUAAa7V9Io.jpeg BI Nilai Pasar Keuangan Indonesia Masih Dangkal. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengakui pasar keuangan Indonesia masih dangkal dikarenakan kurangnya persediaan aset, kredit, utang pemerintah dan utang korporasi Indonesia masih rendah kontribusinya terhadap PDB.

"Sektor keuangan kita atau pasar keuangan kita masih dangkal, ini yang harus kita kembangkan di depan, kalau kita lihat Indonesia ke depan , total dari cooroporate bond dan goverment bonds terhadap pdb itu cuma 105% , banyak juga ekonomi kita yang akses pembiayaanya juga kurang. Ini pekerjaan rumah buat Bank Indonesia," kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, dalam diskusi virtual, Jumat (16/10/2020).

Baca Juga: RI Jadi Regulator Makroekonomi Terbaik di Asia Pasifik 2020

Kata dia, dalam 2 tahun terakhir, setidaknya sudah ada 3 juta investor ritel yang masuk ke pasar Indonesia. Namun, jumlah ini masih dianggap kurang lantaran tingkat literasi keuangan di Tanah Air yang masih rendah.

"Indeks literasi kita tidak berubah. Dalam 6 tahun ini masih 36%, even ini perbankan kita sudah 77% apalagi pasar modal," tuturnya.

Baca Juga: Kabar Baik, Data BI Ungkap Keuangan Perusahaan Properti Membaik

Dia menambahkan, Bank Indonesia bersama OJK dan Kementerian Keuangan berusaha menambah investor. Salah satunya menarik investor ritel dengan menawarkan produk-produk yang diminati.

"Beberapa produk kita keluarkan untuk menjaring investor ritel. Kita perkuat ini dan kita lakukan infrastrukurnya dan transmisinya," tandasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini